RADARSOLO.COM - Video rombongan emak-emak geruduk rumah seorang kepala sekolah di salah satu SD negeri (SDN) di Parungpanjang, Bogor, viral di media sosial.
Aksi protes para wali murid itu dilakukan, menyusul dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya disalurkan ke siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Kronologi Penggerebekan Rumah Kepala Sekolah
Dalam video yang diunggah akun Instagram @BogorTerkini, memperlihatkan ibu-ibu wali murid mendatangi rumah kepala sekolah SD Negeri di Parungpanjang.
Mereka menuntut pertanggungjawaban atas dana PIP yang diduga tidak disalurkan kepada siswa selama 4 tahun, dari 2021 hingga 2024.
Seorang wali murid bernama Neneng Fadilah dengan tegas meminta pengembalian dana PIP, yang diduga diselewengkan tersebut.
"Tadi saya sudah bertanya, tapi bapak diam saja. Ternyata uangnya sudah dipakai selama tiga tahun," ungkap Neneng.
Wali murid lainnya, Elli, mengungkapkan kekecewaannya karena belum menerima dana PIP senilai Rp 450 ribu per bulan selama tiga tahun terakhir.
"Hal ini sangat mengecewakan, apalagi dana tersebut sangat membantu kebutuhan pendidikan anak kami," katanya.
Pengakuan Kepala Sekolah
Atas aksi protes itu, pihak kepala sekolah akhirnya memberikan klarifikasi.
Kepala sekolah mengakui adanya dugaan penggelepan dana PIP, yang dilakukan oleh bendahara dan operator.
Bendahara sekolah bernama Surya Syarif juga telah mengakui adanya penggunaan dana PIP yang tidak semestinya.
Kepala sekolah pun meminta waktu dua minggu untuk mengembalikan dana.
Namun, wali murid tidak menyetujui permintaan tersebut.
Mereka mengancam akan membawa kasus ini ke Polres Bogor jika dana PIP tidak segera dicairkan.
"Dana KIP (KIP) adalah hak anak-anak kami. Kami hanya ingin keadilan dan transparansi," ujar salah satu wali murid.
Diketahui, PIP merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu pendidikan anak-anak kurang mampu.
Setiap siswa yang mendapat bantuan PIP memiliki identitas atau penanda berupa KIP. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria