RADARSOLO.COM- Merujuk prediksi BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Februari 2025.
Berkaca dari prediksi itu, masyarakat Boyolali diingatkan selalu ekstrawaspada.
Mengingat, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana, terutama pohon tumbang.
Kepala DLH Boyolali Suraji menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan memangkas dahan-dahan pohon rawan tumbang. Khususnya di jalan raya kabupaten dan fasilitas publik.
Suraji mengimbau masyarakat waspada terhadap pohon di sekitar rumah yang berpotensi membahayakan.
“Jika masyarakat membutuhkan bantuan DLH untuk memangkas pohon, kami siap membantu,” jelasnya, Jumat (3/1/2025).
Kini DLH Boyolali memiliki tim khusus untuk tebang pohon.
Satu tim menangani pohon-pohon yang sulit dijangkau. Seperti yang terlalu tinggi dan rawan.
Sedangkan tim kedua fokus pada dahan yang lebih mudah dijangkau. Terutama di sepanjang jalan kabupaten.
Sementara itu, Kepala BPBD Boyolali Suratno mengatakan, cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.
Ditandai hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan meningkatkan risiko pohon tumbang.
Baca Juga: Bikin Ngeri, Begini Dampak Tanah Amblas di Desa Brenggolo Wonogiri
“Kami imbau agar stakeholder terkait, seperti DLH, terus memantau pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan mengambil tindakan preventif. Pemangkasan dahan pohon lapuk sangat penting untuk mengurangi dampak angin kencang,” urainya.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2024, angin kencang menerjang empat kecamatan di Boyolali, yakni Mojosongo, Teras, Banyudono, Tamansari, dan Cepogo.
Insiden tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang, menimpa rumah warga, hingga menutup akses jalan raya.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak tertimpa pohon. (rgl/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono