RADARSOLO.COM - Siswa SMP yang diajak guru perempuan di Grobogan berbuat asusila, kini dalam kondisi trauma dan tertekan.
Hal itu diungkapkan kuasa hukum korban, Hernawan.
"Kondisi anak syok, linglung, dan tidak meneruskan sekolah di sana," tutur Hernawan
Siswa SMP tersebut diketahui kini bahkan sudah pindah sekolah.
Korban memilih meneruskan pendidikannya di pondok pesantren.
Lebih lanjut, Hernawan mengungkapkan, korban mengalami trauma dengan tindakan penganiayaan yang dialaminya.
Di mana diketahui siswa SMP tersebut tak hanya jadi korban pemuas nafsu guru perempuan berinisial ST selama 2 tahun.
Namun, dia juga menjadi korban penganiayaan ayah ST.
Hal itu bermula saat siswa SMP itu tinggal di rumah bu guru ST.
Pada suatu hari, ST pergi menengok anaknya yang bersekolah di pondok pesantren.
Saat itu, ayah ST berinisial AR yang tinggal tak jauh dari sana mendengar ada suara batuk dari rumah anaknya.
Padahal, AR tahu jika anaknya sedang tidak ada di rumah.
"Saat menyapu, bapak dari guru perempuan itu mendengar suara batuk. Bapaknya pun kaget karena tahu anaknya sedang menengok ke pondok," tutur Yusuf.
AR kemudian langsung mengecek rumah anaknya karena curiga ada pencuri yang masuk.
Saat rumah ST didobrak, siswa SMP yang sudah tinggal 3 hari di sana ketakutan. Dia pun bersembunyi di bawah kolong ranjang.
AR kemudian menarik rambut siswa SMP itu untuk keluar. Saat itu, korban dipukuli oleh ayah guru perempuan tersebut.
"Selama enam bulan ini, si anak trauma, sejak kejadian dipukuli itu," ucap Hernawan.
Saat ini, polisi telah menangani dugaan penganiayaan AR terhadap siswa SMP tersebut. Dan telah memeriksa enam saksi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria