RADARSOLO.COM - Setelah 2 tahun ditutup, Simpang Joglo Solo kini dibuka kembali, lengkap dengan underpass dan elevated rail yang telah selesai dibangun.
Meski kini kawasan Simpang Joglo sudah tak macet lagi setelah adanya underpass dan elevated rail itu, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Solo tetap mengingatkan bahwa masyarakat perlu beradaptasi dengan jalur baru tersebut.
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Solo Mudo Priyatno mengatakan, jalur baru tersebut bisa saja membuat masyarakat kebingungan.
Untuk mengantisipasi hal itu, Dishub telah memasang rambu-rambu sementara dan menempatkan petugas di lokasi.
"Kami bersama Satlantas Polresta Solo sudah mendesain rambu-rambu pendahulu petunjuk jurusan. Selain itu, kontraktor seperti HK dan WIKA juga masih standby untuk membantu mengarahkan masyarakat," ujar dia.
Mudo menegaskan, Underpass Joglo hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor.
Sementara kendaraan tidak bermotor dan pejalan kaki dilarang masuk underpass demi keselamatan.
Bagi kendaraan tidak bermotor maupun pejalan kaki, disediakan jalur pedestrian di kawasan bundaran. Lengkap dengan area penyeberangan yang aman.
Mudo tak memungkiri, kawasan Underpass Joglo akan menjadi spot nongkrong baru bagi masyaralat.
Untuk itu, dia juga mengingatkan warga untuk mematuhi aturan parkir.
"Kami mohon masyarakat tidak parkir sembarangan, karena bisa menyebabkan kecelakaan dan kemacetan. Silakan gunakan ruang parkir yang telah disediakan," imbaunya.
Senada diungkapkapkan Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan.
Satlantas juga akan menempatkan personel untuk memastikan keamanan lalu lintas di sekitar proyek. Terutama terkait aturan rambu lalu lintas yang ada di sana.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, baik rambu-rambu maupun kelengkapan keselamatan berkendara saat melintas di fasilitas baru tersebut," pungkasnya. (atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria