Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Detik-detik dan Kesaksian Warga Gerebek Bu Guru Agama di Grobogan yang Ajak Siswa SMP Berbuat Asusila di Kamar Mandi

Syahaamah Fikria • Senin, 13 Januari 2025 | 22:20 WIB
Ilustrasi perbuatan tak senonoh.
Ilustrasi perbuatan tak senonoh.

RADARSOLO.COM - Tindakan mencurigakan guru perempuan berinisial ST, 35, di Grobogan yang mengajak siswa SMP berbuat asusila, ternyata sudah lama tercium warga.

Peristiwa yang akhirnya berujung penggerebekan tersebut bermula dari kebiasaan bu guru agama ST memasukkan seorang siswa laki-lakinya berinisial Y ke kamar mandi rumahnya.

Awal Mula Kecurigaan Warga

Salah satu warga, Nur, menceritakan, dia pertama kali mencurigai perbuatan tidak senonoh tersebut pada suatu malam di bulan November 2023.

Saat itu, dia melihat bu guru ST dan Y masuk ke kamar mandi bersama.

Posisi kamar mandi yang terpisah dari rumah utama membuat aktivitas tersebut terlihat jelas.

"Waktu itu saya mau wudu, sekitar pukul 20.00, saya lihat mereka masuk kamar mandi. Saya hanya mantau dari jauh," ujar Nur.

Beberapa hari kemudian, kejadian serupa kembali terjadi.

Hal ini memicu keresahan warga, terutama karena ST yang berstatus janda dinilai tidak pantas memasukkan siswa ke kamar mandi.

Penggerebekan oleh Warga

Puncaknya, warga memutuskan untuk melakukan penggerebekan.

Sekitar lima hingga enam orang warga mendatangi rumah ST dan memergoki keduanya.

Saat itu, bu guru agama ST keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk, sementara Y terlihat memakai sarung.

"Keduanya langsung dibawa ke rumah kepala dusun untuk mediasi. Di sana, mereka mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ungkap Nur.

Konflik Berlanjut

Meski sudah dimediasi pada 2023, konflik ini kembali mencuat pada September 2024. Y kembali diinapkan di rumah ST.

Suatu ketika, saat ST pergi menjenguk anaknya di pesantren, ayah ST mendengar suara batuk dari rumah yang seharusnya kosong.

Saat memeriksa, ia mendapati siswa SMP di dalam rumah dan langsung menganiayanya.

Kepala dusun setempat, Supar, menjelaskan, mediasi kedua tidak membuahkan hasil.

"Bu ST tidak jujur saat mediasi, sedangkan Y mengaku datang atas ajakan ST," katanya.

Dipecat dari Sekolah

Kasus penganiayaan siswa SMP kini sudah dilaporkan ke polisi dengan enam saksi diperiksa.

Sementara itu, dugaan kasus asusila antara ST dan Y juga sedang dalam penyelidikan meski belum ada laporan resmi.

ST sendiri telah diberhentikan dari sekolah tempatnya mengajar sejak Desember 2023.

Kepala SMP setempat, Eko, mengonfirmasi bahwa ST dikeluarkan setelah insiden penggerebekan pada 2023.

Selain itu, ST juga diketahui sedang menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG), yang dinilai mengganggu jadwal kerjanya.

"Saya keluarkan karena dia menempuh PPG. Daripada mengganggu jadwal,lebih baik diberhentikan," tegas Eko.

Kondisi Korban

Korban Y kini menjalani terapi psikologis di sebuah pondok pesantren. Korban juga sudah pindah dari SMP-nya

Sementar itu, bu guru ST masih berusaha menghubungi siswa SMP itu meski sudah dikeluarkan dari sekolah.

Pihak pondok pesantren akhirnya mengambil Langkah tegas dengan menyita handphone milik Y. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#guru perempuan #penggerebekan #viral #siswa smp #grobogan #asusila #Guru Agama #Perbuatan Tidak Senonoh