RADARSOLO.COM - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat suara soal isu libur sebulan selama bulan Ramadan yang hingga kini masih jadi teka-teki.
Nasrudddin mengungkapkan, kebijakan sekolah selama Ramadan akan diumumkan pada pekan depan.
Termasuk apakah benar akan diterapkan libur penuh selama sebulan atau tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
"Kami akan umumkan keputusan paling lambat Senin," ujar Nasaruddin, Sabtu (18/1/2025).
Koordinasi dengan Beberapa Kementerian
Sejalan dengan pernyataan Menag, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, kebijakan ini akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.
Yakni Mendikdasmen, Menag, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Mu’ti mengungkapkan bahwa surat edaran terkait kebijakan ini sedang dalam proses finalisasi.
"Kami sudah membahasnya bersama Menko PMK, Menag, dan Mendagri, termasuk pihak Kantor Staf Presiden (KSP). Surat edaran bersama ini segera diterbitkan," jelas Mu’ti.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno juga memastikan bahwa SE tersebut tengah disusun dan akan segera disampaikan ke publik.
"Mendikdasmen dan Menag saat ini sedang mempersiapkan surat edarannya," kata Pratikno.
Bukan Libur Total
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa istilah yang lebih tepat adalah "pembelajaran di bulan Ramadan" dan bukan "libur Ramadan".
Ia menyebut, pemerintah tengah mempertimbangkan tiga opsi terkait aktivitas belajar selama Ramadan.
3 Opsi Libur Selama Ramadan
1. Libur Penuh dengan Aktivitas Agama
Opsi pertama adalah libur Ramadan selama sebulan penuh. Namun siswa tetap diwajibkan mengisi waktu dengan kegiatan yang bersifat religius.
2. Libur Parsial
Dalam opsi ini, sekolah akan meliburkan siswa beberapa hari menjelang awal Ramadhan, sekitar 3-5 hari, serta memberikan libur tambahan menjelang Idul Fitri.
3. Tanpa Libur Tambahan
Pilihan ketiga adalah tidak ada libur tambahan, dan pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa.
"Kami akan mempertimbangkan semua opsi tersebut dengan matang agar kebijakan yang diambil dapat mendukung pembelajaran siswa dan juga menghormati tradisi Ramadan," kata Mu’ti. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria