Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Agrosolution Pupuk Kaltim di Bone Bolango Gorontalo Capai Produktivitas 7,8 Ton Per Hektare

Tri wahyu Cahyono • Senin, 27 Januari 2025 | 19:51 WIB
Peluncuran Program Agrosolution di Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang ditandai panen raya bersama pemerintah daerah dan stakeholder belum lama ini.
Peluncuran Program Agrosolution di Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang ditandai panen raya bersama pemerintah daerah dan stakeholder belum lama ini.

RADARSOLO.COM-PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmen terhadap ketahanan pangan, melalui pengembangan program Agrosolution di wilayah timur Indonesia.

Kali ini program andalan perusahaan ini menyasar komoditas padi di Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang ditandai panen raya bersama pemerintah daerah dan stakeholder belum lama ini.

Program Agrosolution kali ini dilaksanakan di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan hasil rata-rata mencapai 7,8 ton per hektare, dari yang sebelumnya hanya 6,8 ton per hektare atau meningkat 13%.

Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas program dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah, guna mendorong kesejahteraan petani dan produktivitas hasil komoditas secara signifikan.

"Optimalisasi hasil pertanian menjadi sasaran pengembangan Agrosolution oleh Pupuk Kaltim, sehingga makin berdampak terhadap ketahanan pangan hingga kesejahteraan petani kita," ujar AVP Agrosolution Pupuk Kaltim Wilayah Sulawesi, Muhammad Yusuf, Jumat (24/1/2025).

"Sehingga sektor pertanian dapat terus tumbuh dan berkembang," imbuhnya. 

Dijelaskan Yusuf, program Agrosolution merupakan inisiatif strategis Pupuk Kaltim untuk mengedukasi petani agar mampu mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya menyediakan pupuk berkualitas tinggi, tetapi juga pendampingan teknis yang dirancang meningkatkan produktivitas lahan.

Melalui program ini, Pupuk Kaltim tidak hanya menyediakan solusi pupuk berkualitas, tetapi juga memberikan pendampingan teknis dalam mendukung kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

"Dan hasil panen hari ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dapat memberikan hasil yang signifikan," tandas Yusuf.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para petani yang telah memahami pengaplikasian dan tata kelola lahan agar lebih produktif selama pendampingan Agrosolution berjalan.

Selain itu Yusuf juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam praktik pertanian, untuk memastikan manfaat lahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Demplot Pupuk Kaltim Dongkrak Hasil Ubi Kayu Gowa hingga 51,7 Ton per Hektare

Hal ini mengingat penggunaan pupuk berkualitas dan praktik pertanian berkelanjutan, merupakan salah satu upaya memaksimalkan potensi komoditas dengan tata kelola pertanian secara tepat.

"Edukasi selama pendampingan Agrosolution kami harap dapat terus diaplikasikan oleh para petani, sehingga hasil komoditas dengan daya dukung lahan yang terjaga dapat terus berjalan optimal," tambah Yusuf.

Perwakilan Pupuk Indonesia wilayah Sulut, Gorontalo dan Maluku Endah Wulandari turut mengapresiasi keberhasilan program Agrosolution Pupuk Kaltim.

Yang kembali terbukti mampu memaksimalkan potensi komoditas, melalui pendampingan tata kelola lahan dan pemupukan berimbang.

Kata dia, Pupuk Indonesia Grup senantiasa berkomitmen mendorong kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan petani, dengan menyediakan ragam produk berkualitas terbaik.

"Seperti halnya Agrosolution Pupuk Kaltim, maupun program Makmur yang dihadirkan Pupuk Indonesia Grup melalui sinergi BUMN, guna mendorong pertanian berkelanjutan dengan hasil maksimal," terangnya.

"Seluruh upaya ini sebagai wujud kontribusi perusahaan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani," lanjut Endah.

Neni Ngabito, salah satu petani yang terlibat dalam program Agrosolution kali ini menyampaikan terima kasih atas pendampingan Pupuk Kaltim.

Kini ara petani mampu mendapatkan hasil dengan produktivitas optimal.

Dandim 1304 Gorontalo Kolonel ARM Asep Ridwan turut mendukung produktivitas pertanian.
Dandim 1304 Gorontalo Kolonel ARM Asep Ridwan turut mendukung produktivitas pertanian.

Menurut Neni, program ini menunjukkan kenaikan hasil yang signifikan dari sebelumnya, melihat hasil rata-rata per hektare padi yang dipanen.

"Sebelumnya maksimal kita dapat 16-18 karung ukuran 70 Kilogram (Kg), dan sekarang bertambah 6-8 karung. Ini peningkatan yang sangat berarti dan kami harapkan selama ini," ucap dia.

Dirinya pun berharap program Agrosolution terus dikembangkan Pupuk Kaltim, melihat manfaat program yang tidak hanya mengedukasi petani tapi juga memberikan bukti nyata hasil komoditas yang jauh dari sebelumnya.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Rp1 Miliar, Pupuk Kaltim Dorong Pengembangan Inovasi dan Penelitian Akademis di UGM

Jika keberhasilan ini terus diperluas, dirinya optimis petani padi di Gorontalo akan semakin bertumbuh dan kian sejahtera, dengan hasil panen yang semakin meningkat.

"Harapan kami agar pengembangan program Agrosolution terus ditingkatkan di Gorontalo, sehingga komoditas padi daerah dapat terus dipacu dengan lebih maksimal," harap Neni.

Senada diungkapkan oleh Dandim 1304 Gorontalo Kolonel ARM Asep Ridwan.

Diungkapkannya, seluruh elemen harus bersatu agar tercipta swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.

“Petani harus lebih aktif lagi agar swasembada pangan dapat terwujud,” ucap Asep

Pejabat Sekda Bone Bolango Reflin Buata, pun menyambut optimis program Agrosolution Pupuk Kaltim.

Menurut dia, ketahanan pangan berkaitan erat dengan ketersediaan pangan yang merupakan hal pokok dan berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah senantiasa mendukung program ketahanan pangan dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai program pemerintah pusat.

Pupuk Kaltim bantu pemerintah mengantisipasi persoalan mendasar petani di lapangan. Seperti rusaknya sarana irigasi, penyediaan benih unggul, dan penyediaan pupuk.
Pupuk Kaltim bantu pemerintah mengantisipasi persoalan mendasar petani di lapangan. Seperti rusaknya sarana irigasi, penyediaan benih unggul, dan penyediaan pupuk.

Insiatif yang dijalankan Pupuk Kaltim menjadi langkah tepat untuk mendorong produktivitas hasil komoditas.

Program ini pun dinilai turut membantu pemerintah mengantisipasi persoalan mendasar petani di lapangan. Seperti rusaknya sarana irigasi, penyediaan benih unggul, penyediaan pupuk.

Termasuk keterbatasan alat mesin pertanian, hingga pendampingan petani dan lainnya.

Keberhasilan ini tak lepas dari perpaduan aplikasi pemupukan yang tepat dengan menggunakan Urea Nitrea, NPK Pelangi, dan Pupuk Hayati Ecofert.

Baca Juga: Produktivitas Padi Naik 23% Berkat Demplot Pupuk Kaltim di Jombang

Serta pendampingan intensif yang dilakukan oleh tenaga lapangan Pupuk Kaltim.

"Maka dari itu, kami mengimbau seluruh pemangku kebijakan untuk bertekad dan serius bekerja bersama, agar swasembada pangan dapat tercapai maksimal dengan hasil yang baik," ucap Reflin Buata. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kesejahteraan #Pupuk Kaltim #Agrosolution #petani #bone bolango #gorontalo