Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Pengembangan Diri

Niko auglandy • Rabu, 29 Januari 2025 | 05:10 WIB

 

TEBAR MOTIVASI: Ketua DPRD Jateng Sumanto (kanan) menjadi pembicara dalam rubrik Bincang DPRD Jawa Tengah di salah satu radio di Solo, Jumat (17/1).   
TEBAR MOTIVASI: Ketua DPRD Jateng Sumanto (kanan) menjadi pembicara dalam rubrik Bincang DPRD Jawa Tengah di salah satu radio di Solo, Jumat (17/1).  
 

RADARSOLO.COM – Media sosial (Medsos) bisa berdampak positif jika dimanfaatkan untuk mempelajari banyak hal. Sebaliknya akan berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan dengan menonton konten-konten negatif.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Bincang DPRD Jawa Tengah bertajuk "Cakap Bermedia Sosial dengan Literasi Digital" di salah satu radio di Solo, Jumat (17/1/2025).

Menurut Sumanto, teknologi yang terus berkembang perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk menyikapinya. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk belajar segala hal dan mengembangkan potensi diri.

"Dengan teknologi sekarang, semua ilmu bisa dipelajari dengan mudah. Banyak tutorial-tutorial di Youtube. Ini membuat orang lebih cepat pintar daripada zaman dulu yang harus belajar dari lembaga formal atau membaca buku," ujar politisi PDIP tersebut.

Dengan cara tersebut, siswa dapat lebih mudah mengembangkan diri sesuai minat dan kemampuannya. "Setelah lulus sekolah, mereka jadi lebih tahu mau kemana, mencari pekerjaan seperti apa, dan sebagainya," ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, dampak negatif media sosial bisa dikurangi dengan tidak berlebihan bermedia sosial.

Sumanto menyebut, saat ini masyarakat sudah memberikan handphone ke anak-anaknya sejak masih kecil.

Akibatnya, anak jadi sering lupa waktu dan kurang melakukan aktivitas fisik.

Pemakaian handphone oleh anak juga perlu dibatasi untuk menghindari paparan konten negatif yang lepas dari pengawasan orang tua.

"Kuncinya orang tua harus memberi teladan. Menyuruh anaknya jangan main hape terus tapi orang tua sendiri tak bisa lepas dari handphone, ya susah. Sebab anak akan cenderung meniru orang tua dan temannya," katanya.

Yang tak kalah penting, jangan sampai media sosial berdampak pada hilangnya budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Antonius Yogo Prabowo mengatakan, kemajuan teknologi saat ini mempermudah kehidupan masyarakat. Teknologi informasi memungkinkan peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain bisa cepat diketahui. Kemajuan teknologi juga bisa menghemat waktu dan biaya.

"Kami mau nonton pertunjukan apapun bisa beli tiket dari aplikasi online. Mau pergi pun bisa cek CCTV Dishub untuk lihat jalan mana yang nggak macet," ujarnya.

Dia menambahkan, kemajuan teknologi juga memudahkan petani saat bercocok tanam. Petani yang semula menyemprot pupuk dengan cara manual, kini bisa menggunakan drone.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Jateng Hafidz Alhaq Fatih menekankan maraknya konten negatif di medsos harus disertai kesadaran masyarakat dalam menyikapinya.

"Kesadaran masyarakat untuk saring sebelum sharing masih minim. Meskipun di tahun politik 2024 lalu percakapan di medsos cenderung lebih adem dari pemilu sebelumnya," paparnya. (rud/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#literasi #media sosial #radio #sumanto