RADARSOLO.COM - Devin, bocah 6 tahun yang mengidap kanker darah, mencuri perhatian publik usai viral disebut sebagai pemenang sound ubur-ubur ikan lele. Lantas, bagaimana bocah asal Bogor itu bisa mengidap leukemia?
Melalui akun @devinpejuangcancer yang dikelola orang tuanya, bocah bernama lengkap Devin Nur Faeyza itu kerap membagikan ceritanya dalam melawan leukemia.
Termasuk saat dia mengikuti tren sound dan pantun ubur-ubur ikan lele, hingga membuatnya viral dan mencuri perhatian publik.
"Ubur-ubur ikan lele, semoga aku sembuh dari kanker darah le," ucap Devin dalam video yang diunggah di akun TikTok-nya.
Bagaimana Devin Bisa Mengidap Kanker Darah?
Orang tua Devin, Siti Rukmana, 28, membagikan kisah awal mula anaknya didiagnosis kanker darah atau leukimia.
Siti menceritakan, tidak ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit serupa.
Namun, pola hidup dan jenis makanan yang dikonsumsi disebut menjadi faktor yang memicu mutasi genetik yang menyebabkan kanker darah.
"Dalam keluarga tidak ada yang mengidap kanker darah. Waktu masih sehat, Devin suka jajan makanan instan dan junkfood," ujar Siti, Rabu (29/1/2025).
Pengaruh Pola Makan dan Faktor Lingkungan
Dokter yang menangani Devin menjelaskan, makanan dengan kandungan zat kimia, seperti pengawet dan pewarna buatan, dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
"Leukemia dipicu oleh berbagai faktor, yang paling sering adalah gangguan genetik serta pengaruh lingkungan," ujar dr Tumpal Yansen Sihombing, SpA.
Menurutnya, salah satu cara pencegahan adalah dengan membiasakan pola makan sehat, menghindari makanan dengan zat tambahan
Selain itu, lebih mengutamakan makanan alami yang diolah secara higienis di rumah.
"Saya menyarankan agar lebih banyak mengonsumsi makanan alami yang dibuat sendiri oleh keluarga dan mengurangi makanan yang mengandung bahan kimia tambahan," lanjutnya.
Awal Gejala Kanker Darah yang Dialami Devin
Gejala awal yang dialami Devin muncul pada Juli 2024.
Saat itu, ia hanya mengalami demam tinggi yang tidak kunjung mereda.
Namun, tiga hari berselang, muncul gejala lain yang lebih serius, seperti munculnya memar di sekujur tubuh, mual, dan muntah.
Setelah dibawa ke klinik, dokter menemukan bahwa kondisi limpa Devin membesar.
Dari hasil pemeriksaan darah, kadar hemoglobin (HB) hanya 4, sementara leukosit 2.000 dan trombosit 15.000, jauh di bawah angka normal.
Setelah mendapatkan rujukan, Devin dirawat di RSUP Fatmawati untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang guna memastikan kondisi sel darahnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Devin mengidap leukemia, jenis kanker darah yang menyerang produksi sel darah putih di sumsum tulang belakang.
Perjalanan Pengobatan Devin yang Panjang
Setelah didiagnosis, Devin harus menjalani kemoterapi sebagai bagian dari pengobatan kanker darahnya.
Dari total 127 sesi kemoterapi, baru 12 sesi yang ia jalani.
Efek samping yang dialami pun cukup berat, mulai dari rambut rontok, mual-mual, perdarahan saat buang air kecil, hingga dehidrasi parah.
Selain menghadapi tantangan medis, Devin juga harus meninggalkan lingkungan rumahnya dan menetap di rumah singgah dekat rumah sakit untuk memudahkan akses pengobatan.
Kondisi ini membuatnya harus berhenti sekolah dan jauh dari keluarga serta teman-temannya.
Siti berharap putranya bisa segera sembuh dan kembali menjalani kehidupan normal seperti anak-anak lainnya.
"Harapan saya hanya satu, Devin bisa pulih dan kembali bermain seperti anak-anak lain," tutupnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria