Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jateng Targetkan Produksi 4,8 Juta Ton Gabah, Bulog Diminta Serap 383 Ribu Ton

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 5 Februari 2025 | 23:32 WIB
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam Rakor Optimalisasi Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri di Kantor Perum Bulog Kanwil Jateng, Rabu (5/2/2025).
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam Rakor Optimalisasi Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri di Kantor Perum Bulog Kanwil Jateng, Rabu (5/2/2025).

RADARSOLO.COM- Pemprov Jateng memperkirakan mampu memproduksi 4,8 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 2,3 juta ton beras selama periode Februari–April 2025.

Perkiraan ini didasarkan pada luas panen padi di Jateng yang mencapai lebih dari 688 ribu hektare.

"Sesuai komitmen bersama, Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah ditargetkan mampu menyerap setidaknya 383.144 ton setara beras dari petani," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam Rakor Optimalisasi Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri di Kantor Perum Bulog Kanwil Jateng, Rabu (5/2/2025).

Guna memastikan kesejahteraan petani, Nana Sudjana meminta Perum Bulog Kanwil Jateng untuk menyerap gabah kering dengan harga Rp6.500 per kilogram, dan beras seharga Rp12 ribu per kilogram.

"Kami harap petani dapat menyiapkan hasil panennya dengan kualitas terbaik agar harga yang diterima juga maksimal," ujar Nana.

Selain itu, ia mendorong Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) untuk bekerja sama dengan Bulog guna memastikan realiasi penyerapan 20 persen beras oleh Bulog dapat terpenuhi.

Pj Gubernur juga menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota dan TNI untuk turut serta mendampingi petani dalam seluruh tahapan produksi.

Mulai dari pembibitan, masa panen, hingga distribusi dan penjualan.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah Sopran Kennedi mengungkapkan, pihaknya memiliki kewajiban menyerap minimal 20 persen beras dari Perpadi serta 532 ribu ton gabah untuk wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Terkait penyimpanan hasil panen, Bulog telah menyiapkan gudang berkapasitas 75 ribu ton.

Dan jika diperlukan, akan memperluas kapasitas dengan menyewa gudang tambahan atau bekerja sama dengan TNI, BUMN, serta resi gudang yang dikelola oleh Dinas Perdagangan atau pemerintah daerah.

"Kami akan memastikan kelayakan setiap gudang sebelum digunakan sebagai tempat penyimpanan beras agar kualitas tetap terjaga," jelas Sopran.

Baca Juga: Optimalkan Media Digital hingga Event Lokal, Pemprov Jateng Menangkan ABBWI 2024

Sementara itu, rakor ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Kementerian Pertanian, Perum Bulog, Perpadi, dan Panglima TNI, yang telah disepakati pada 30 Januari 2025 di Kementerian Pertanian.

Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan penyerapan gabah dan beras dalam mendukung swasembada pangan nasional, dengan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah utama yang berkontribusi dalam produksi pangan.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga beras, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengamankan stok pangan nasional untuk beberapa bulan ke depan. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#serapan #pj gubernur #pemprov jateng #Nana Sudjana #produksi gabah #bulog