RADARSOLO.COM - Kisruh kelalaian sekolah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang membuat siswa terancam tak bisa daftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, mulai menemukan solusi.
Viral protes siswa dan orang tua atas kelalaian sekolah dalam mengisi PPDS itu tak hanya terjadi di SMKN 2 Solo.
Total ada 373 sekolah yang mengalami kisruh SNBP. Di antaranya di SMAN 1 Mempawah Hilir, SMAN 17 Makassar, MAN 1 Lamongan dan masih banyak lagi.
Merespons viral kisruh SNBP itu, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memberi kesempatan terakhir bagi sekolah yang belum menyelesaikan finalisasi PDSS.
Batas akhir finalisasi diperpanjang hingga 5 Februari 2025 pukul 15.00 WIB atau sore ini.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025 Eduart Wolok menyampaikan, sebanyak 373 sekolah yang mengalami kendala, masih bisa mengajukan finalisasi PDSS.
Caranya dengan mengirimkan dokumen pernyataan dan surat kuasa kepada panitia SNPMB halo-snpmb@bppp.kemdikbud.go.id.
Sejauh ini, 228 sekolah sudah difasilitasi. Sementara 145 sekolah lainnya masih belum mengirimkan dokumen finalisasi.
“Kami memberikan kesempatan kepada 145 sekolah lainnya untuk mengirimkan dokumen paling lambat 5 Februari 2025 pukul 15.00 WIB,” ujar Eduart, Rabu (5/2/2025).
Kriteria Sekolah yang Bisa Diajukan
Adapun kesempatan finalisasi PDSS ini hanya diberikan kepada sekolah yang memenuhi sejumlah kriteria.
Seperti sudah melengkapi data siswa eligible (berhak ikut SNBP), termasuk mengisi nilai siswa dalam 5 semester.
Kemudian, belum melakukan finalisasi data di sistem SNPMB.
Serta mengajukan dokumen pernyataan yang ditandatangani kepala sekolah.
Dokumen tersebut mencakup identitas sekolah, pernyataan bahwa pengisian PDSS telah lengkap, pemberian kuasa kepada panitia SNPMB untuk melakukan finalisasi akhir.
Serta pernyataan bahwa dampak dari proses finalisasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.
Eduart menegaskan, sekolah yang tidak memenuhi kriteria tidak dapat diakomodasi untuk finalisasi PDSS.
Hal ini dilakukan demi menjaga akuntabilitas dan keadilan. Serta menghargai sekolah yang telah tertib mengikuti jadwal pengisian PDSS.
Pengisian PDSS 2025 Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Eduart juga mengungkapkan bahwa total sekolah yang telah menyelesaikan finalisasi PDSS mencapai 21.003 sekolah.
Jumlah itu meningkat 1.513 sekolah lebih banyak dibandingkan tahun 2024.
Sementara itu, jumlah siswa yang berhasil melakukan finalisasi nilai juga mengalami peningkatan.
Tercatat sebanyak 908.128 siswa telah menyelesaikan proses finalisasi, atau bertambah 63.465 siswa dibanding tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan semakin banyak sekolah yang peduli dan berkomitmen terhadap jadwal pengisian PDSS,” ujar Eduart.
Sebagai bentuk transparansi, panitia SNPMB menyediakan Viewer Pengisian PDSS di laman web SNPMB.
Orang tua, siswa, sekolah, dan dinas pendidikan bisa memantau perkembangan pengisian PDSS setiap hari.
Selain itu, statistik harian terkait pengisian PDSS juga dipublikasikan melalui media sosial SNPMB.
Sehingga sekolah yang mengalami kendala bisa segera meminta bantuan melalui layanan helpdesk dan call center yang disediakan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria