RADARSOLO.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut Sistem Penyediaan Air Minum alias SPAM yang ada di Regional Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Surakarta (Wosusokas) dapat meningkatkan akses air minum aman bagi masyarakat.
"Pembangunan SPAM skala regional diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik agar masyarakat menikmati air minum berkualitas serta meningkatkan akses air minum aman bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus mendukung perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Senin (10/2/2025).
Sebagai informasi, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan SPAM Wosusokas guna menambah layanan air minum perpipaan di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Surakarta.
Saat ini pekerjaan konstruksi SPAM Regional Wosusokas telah mencapai progres sebesar 93,77 persen dan siap diresmikan pada awal 2025.
Pembangunan SPAM Regional Wosusokas sudah mulai dikerjakan secara bertahap sejak 2023 berupa unit produksi dan unit distribusi dengan nilai investasi Rp1,3 triliun.
Pekerjaan unit produksi meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Waduk Gajah Mungkur berkapasitas 750 liter/detik dengan biaya sebesar Rp244,8 miliar.
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wososukas ditargetkan bakal beroperasi pada Maret 2025.
Ke depan, bakal ada 60 ribu rumah yang dialiri air baku yang bersumber dari SPAM Wososukas.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan persiapan SPAM Wososukas bakal rampung pada awal Maret mendatang.
Saat ini juga sudah dilakukan sejumlah langkah seperti penggelontoran air untuk membersihkan pipa.
"Informasi dari Kepala Balai Cipta Karya yang menghandle ini, awal Maret sudah selesai semua. Kalau mau diresmikan paling lambat akhir Maret bisa," ujar Dody saat meninjau proyek SPAM Wososukas Wonogiri, Sabtu (8/2/2025) kemarin.
Diketahui, SPAM Wososukas diproyeksikan bisa mengaliri kebutuhan air di wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan Karanganyar. Adapun alokasi debit air SPAM Wososukas 750 liter per detik.
"Paling banyak sasarannya nanti di Sukoharjo," kata Dody.
Berdasarkan data yang dihimpun, total sambungan rumah (SR) yang bisa memanfaatkan SPAM Wososukas sebanyak 60 ribu SR.
Rinciannya Wonogiri 12 ribu SR, Sukoharjo 24 ribu SR, Solo 20 ribu SR dan Karanganyar 4 ribu SR. Itu bakal dilakukan secara bertahap.
Harga per meter kubik air dari SPAM Wososukas ke PDAM masing-masing daerah dibanderol Rp 2.500. Sementara harga dari PDAM ke masyarakat disesuaikan oleh masing-masing PDAM. (dam)
Editor : Damianus Bram