RADARSOLO.COM – Foto peragaan busana finalis Puteri Sulawesi Selatan 2025, jadi buah bibir di media sosial.
Bukan karena kecantikan atau inner beauty pesertanya.
Warganet malah fokus pada kostum yang dikenakan finalis Puteri Sulawesi Selatan 2025.
Yakni mengenakan Baju Bodo tapi untuk bawahannya dimodifikasi dengan rok mini.
Dikutip dari kaltimpost.jawapos.com, ajang ini digelar pada 9 Februari 2025 malam dan menuai perdebatan di kalangan pemerhati budaya Sulawesi Selatan.
Baju Bodo yang merupakan busana adat khas Bugis-Makassar dikenal sebagai pakaian adat yang menjunjung tinggi kesopanan serta keluhuran budaya ketimuran.
Pemilik Sanggar Nusantara Dot Com, Bachtiar Jamaluddin menyayangkan modifikasi Baju Bodo dalam ajang tersebut.
Menurutnya, fashion boleh berkembang, tetapi tetap harus menghormati pakem budaya lokal.
Pendapat serupa disampaikan Ismail, pemerhati budaya asal Makassar. Ia menekankan bahwa Baju Bodo adalah warisan budaya yang harus dihormati.
“Baju Bodo adalah kebanggaan masyarakat Sulsel. Modifikasi sah-sah saja, tetapi tetap harus menghormati nilai budaya yang melekat,” ujar Ismail.
Secara tradisional, sarung Baju Bodo memiliki panjang hingga mata kaki atau menutup seluruh bagian bawah tubuh.
Namun, dalam ajang tersebut, busana tampak dimodifikasi dengan potongan lebih pendek yang dianggap tidak sesuai dengan nilai budaya asli Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Aksi Nekat 4 Jambret di Depan Kantor Kelurahan Mangkubumen Solo yang Berhasil Dilumpuhkan Warga
Perdebatan pun muncul di media sosial. Sebagian warganet menilai bahwa dunia fesyen terus berkembang, sehingga wajar jika pakaian adat mengalami modifikasi sesuai tren modern.
Namun, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa penggunaan Baju Bodo dengan model terbuka justru mengaburkan identitas budaya asli.
“Baju Bodo kan pakaian adat. Kalau dimodifikasi sampai seperti ini, nanti generasi muda malah lupa bentuk aslinya,” tulis salah satu pengguna media sosial.
“Fesyen itu sah-sah saja, tapi kalau sampai melanggar pakem budaya, rasanya kurang pantas. Apalagi untuk pakaian adat yang punya nilai sejarah,” ujar netizen lainnya.
Sementar aitu, Panitia Puteri Sulawesi Selatan (Sulsel) 2025 akhirnya angkat bicara terkait viral foto finalis yang mengenakan Baju Bodo dengan bawahan pendek.
Panitia berdalih tidak mengetahui adanya sesi pemotretan tersebut, dan menyebut bahwa foto itu seharusnya tidak dipublikasikan.
Founder Yayasan Prestasi Pemuda Indonesia (YASPPI) Sulsel Irfan Saputra menjelaskan, bahwa pihaknya tidak menyetujui publikasi foto tersebut karena tidak memenuhi standar penyelenggara.
"Saya bilang jangan dinaikkan karena ada beberapa hal, seperti yang terjadi ini (bawahan pendek). Kenapa ada tiga orang yang mengenakannya seperti itu? Makanya saya bilang jangan dulu naikkan, fokus di kegiatannya saja dulu," ujar Irfan, Rabu (12/2/2025) dikutip dari kaltimpost.jawapos.com.
Menurut Irfan, panitia sebenarnya telah menginstruksikan agar foto tersebut hanya menampilkan bagian setengah badan, bukan tampilan penuh yang menunjukkan bawahan pendek.
"Untuk foto, kami sudah minta agar tidak diunggah dulu dan seharusnya di-crop setengah badan saja. Karena konsepnya memang harus setengah badan. Tapi kenapa justru foto full body yang tersebar?" ungkapnya.
Irfan menelusuri bagaimana foto tersebut akhirnya tersebar luas di media sosial. Berdasarkan hasil penelusuran, foto itu diunggah oleh pihak sponsor baju adat yang digunakan oleh finalis.
"Mungkin dari situ pihak sponsor mengunggahnya di Instagram mereka. Lalu ada yang mengambil screenshot, sehingga foto tersebut akhirnya viral," kata Irfan.
Setelah insiden ini memicu kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, panitia akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerhati budaya. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono