RADARSOLO.COM – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sinyal kemungkinan adanya diskon tiket pesawat saat mudik Lebaran 2025. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap tinjauan.
Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
"Kami sedang coba mereviu lagi apakah nanti ke depan pada saat Lebaran juga bisa ada efisiensi penekanan harga tiket ataupun hal-hal lainnya yang memang dalam rakor selalu kami diarahkan dari Komisi VI," ujar Erick Thohir, dikutip dari JawaPos.com.
Sinyal diskon tiket pesawat ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyebut pemerintah akan kembali memberikan stimulus berupa diskon harga tiket pesawat dan tarif jalan tol.
Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa program ini sebelumnya telah diterapkan pada momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Agar momentum pertumbuhan terus dijaga. Pemerintah mendorong stimulus di hari lebaran ini dengan program yang dilanjutkan dari program Nataru yang lalu, yaitu diskon harga tiket pesawat,” kata Airlangga dalam konferensi pers Hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) di Jakarta, Jumat (31/1/2025) lalu.
Sebelumnya, seluruh maskapai pelat merah secara resmi menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen selama periode Libur Nataru, yang berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
Tiga maskapai yang berpartisipasi dalam program ini adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service.
Penurunan harga tiket tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Penurunan harga tiket saat Libur Nataru berhasil direalisasikan melalui kerja sama antara sejumlah perusahaan pelat merah lainnya, seperti PT Pertamina (Persero) Tbk dan pengelola bandara.
Pemerintah diharapkan dapat kembali menerapkan kebijakan serupa untuk mudik Lebaran 2025 agar masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan biaya lebih terjangkau. (dam)
Editor : Damianus Bram