Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral! Ini Tampang 2 Preman yang Ngamuk dan Ancam Anak-anak TK saat Latihan Marchind Band di Pamulang, Apa Masalahnya?

Syahaamah Fikria • Sabtu, 15 Februari 2025 | 18:03 WIB
Dua preman yang mengancam bubarkan latihan marchind band anak TK di Pamulang, Tangerang Selatan.
Dua preman yang mengancam bubarkan latihan marchind band anak TK di Pamulang, Tangerang Selatan.

RADARSOLO.COM - Sebuah video viral memperlihatkan aksi premanisme di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Dalam video tersebut, dua pria mengamuk dan mengancam anak-anak TK yang tengah berlatih marching band.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) di kawasan Permata Pamulang, Tangerang Selatan.

Dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya di akun Instagram @media.tangselinfo, menunjukkan dua pria mengamuk di tengah-tengah anak TK latihan marching band.

Salah satu pria berbaju loreng oranye terlihat menodongkan pisau ke arah seorang pria berbaju kotak-kotak.

Dalam video itu, terdengar suara seorang perempuan yang berusaha membela anak-anak TK yang tidak bersalah.

Namun, kedua preman tetap memaksa agar kegiatan latihan dibubarkan.

Tak hanya itu, seorang pria yang memakai topi juga terlihat memukul korban berbaju kotak-kotak, yang diketahui adalah Braja Dirgantara, 20, seorang guru pendamping dari TK Little Be House yang mendampingi anak-anak latihan marching band.

Menurut Braja, kejadian bermula ketika dua preman tersebut meminta latihan dibubarkan.

Para guru mencoba meminta waktu agar anak-anak bisa menyelesaikan latihan terlebih dahulu.

"Kami sudah meminta waktu sebentar lagi, tapi mereka terus mendesak. Salah satu teman saya mulai kesal dan ingin melawan, tetapi saya langsung menariknya agar tidak terjadi bentrokan," kata Braja.

Namun, tindakan Braja justru dianggap sebagai sikap menantang.

Preman tersebut kemudian menuduhnya sok jagoan dan malah mengancam serta melakukan intimidasi.

"Saya sebenarnya sudah sangat emosi, tapi tetap berpikir panjang karena membawa nama yayasan. Saya berniat memberi uang, tapi tetap saja dibilang sok jagoan," ungkapnya.

Ketegangan semakin memuncak ketika kedua preman mulai mengamuk dan merusak alat musik drum band yang digunakan anak-anak TK untuk latihan.

Keterangan Polisi

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Iya, memang ada insiden premanisme yang menyasar anak-anak TK yang sedang berlatih marching band. Mereka merasa terancam akibat tindakan kedua preman tersebut," ujar Dhady.

Menurut Dhady, kedua pelaku meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah.

Namun, karena pimpinan sekolah belum hadir di lokasi, permintaan mereka tidak dapat dipenuhi.

Hal ini kemudian memicu kemarahan para preman hingga mereka merusak beberapa alat musik drum band.

Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#marching band #viral #anak tk #Pamulang #video #preman #premanisme