RADARSOLO.COM-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan ekonomi syariah di Aceh melalui berbagai sektor.
Mulai dari pengembangan UMKM, pembiayaan sektor strategis, hingga peningkatan kapasitas SDM menjadi fokus utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Bumi Serambi Mekah.
Komitmen ini disampaikan dalam silaturahmi jajaran direksi BSI dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menegaskan kesiapan BSI dalam mendukung Pemprov Aceh melalui penyediaan layanan keuangan syariah yang terintegrasi.
"Kami mengapresiasi dukungan Pemprov Aceh dalam empat tahun terakhir, terutama dalam mengimplementasikan Qanun Aceh terkait Lembaga Keuangan Syariah (LKS). BSI berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang modern dan universal," ujar Hery.
Salah satu langkah nyata BSI dalam mendorong ekonomi daerah terlihat di sektor pariwisata.
BSI telah membangun fasilitas keuangan di berbagai destinasi wisata strategis di Aceh, termasuk penyediaan ATM Visa dan Mastercard di Iboh yang memudahkan wisatawan asing dalam bertransaksi.
“Tiga tahun lalu, di Iboh belum ada ATM berbasis Visa atau Mastercard untuk turis asing. Namun, sejak akhir 2022, wisatawan sudah bisa menarik uang di sana, yang berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal,” tambah Hery.
Dalam mendukung pertumbuhan UMKM, BSI menghadirkan UMKM Center yang tidak hanya menyediakan fasilitas pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan agar usaha kecil dapat naik kelas.
Selain itu, BSI mendorong wirausaha muda melalui program Aceh Muslimpreneur.
Sebuah kompetisi untuk membantu anak muda mengembangkan ide bisnis, memperluas jaringan, dan membangun komunitas pengusaha muslim.
Baca Juga: Dukung ESG dan Net Zero Emission, BSI Operasikan Kendaraan Listrik dan Gedung Ramah Lingkungan
Pada 2024, program ini telah mencetak 10.400 wirausaha baru di Aceh.
BSI juga mengembangkan desa binaan seperti Desa Nilam di Aceh Besar, Desa Bandeng di Aceh Timur, dan Desa Kopi di Bener Meriah.
Ke depan, program pemberdayaan desa ini akan diperluas ke lebih banyak wilayah.
Dalam hal pembiayaan, BSI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,98 triliun kepada 49.735 penerima, melampaui target Rp3,1 triliun.
Selain itu, pembiayaan ekspor di Aceh juga mencapai Rp582 miliar.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI di Aceh mencapai Rp18,7 triliun pada 2024, tumbuh 11,5% dibanding tahun sebelumnya.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi komitmen BSI dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BSI dalam mendukung perekonomian Aceh, terutama dalam penguatan UMKM dan pengembangan SDM. Ini langkah penting untuk keberlanjutan ekonomi syariah di Aceh,” kata Mualem.
Ke depan, BSI akan terus bersinergi dengan Pemprov Aceh untuk memperluas cakupan layanan perbankan syariah dan memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi berbasis syariah di Aceh. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono