Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Geger Temuan Ulat dan Buah Busuk pada Makan Bergizi Gratis di Manggarai Barat, Loka POM Akui Sudah Periksa Ketat: Kok Masih Kecolongan?

Syahaamah Fikria • Rabu, 19 Februari 2025 | 03:08 WIB
Tangkapan layar temuan ulat pada sayur dalam menu makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Komodo, Manggarai Barat, NTT.
Tangkapan layar temuan ulat pada sayur dalam menu makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Komodo, Manggarai Barat, NTT.

RADARSOLO.COM - Hari pertama program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (17/2/2025) digegerkan dengan temuan ulat pada sayuran dan buah yang busuk.

Temuan ulat pada sayur dan buah busuk dalam menu makan bergizi gratis itu terjadi di SMPN 1 Komodo, Labuan Bajo.

Insiden di Hari Pertama MBG

Salah seorang siswi SMPN 1 Komodo, Grace mengaku menemukan ulat pada sayuran dan buah yang berbau busuk di dalam kotak makan.

"Setelah makanan dibagikan, kami mendapati adanya ulat dan bau tidak sedap dari buah yang sudah membusuk. Kami berharap petugas dan ahli gizi lebih memperhatikan agar tidak terjadi kesalahan konsumsi," ujarnya.

Diketahui, pada hari pertama program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah itu, menu yang disajikan meliputi nasi putih, sayuran kacang panjang, potongan kecil daging ayam, serta satu potong buah lemon.

Semuanya dikemas dalam kotak makan plastik.

Penyedia tidak menyertakan air minum atau peralatan makan. Sehingga siswa diminta membawa perlengkapan sendiri dari rumah.

Program MBG di Manggarai Barat itu menjangkau enam sekolah di Kota Labuan Bajo, dengan distribusi sekitar 3.000 kotak makan setiap hari dari Senin hingga Jumat.

Klaim Makanan Sudah Diperiksa Ketat

Atas viral temuan ulat sayur dan buah busuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Sales Sodo telah memanggil sejumlah pejabat terkait,

Di antaranya Kepala Loka POM, Yayasan Sejahtera Desaku selaku vendor MBG, Kepala Dinas Kesehatan, dan perwakilan Badan Gizi Nasional.

Menurut Fransiskus, semua pihak memastikan bahwa seluruh prosedur pengawasan makanan telah dijalankan dengan ketat.

Kepala Loka POM Manggarai Barat Imanulkhan menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh melalui pemeriksaan visual, organoleptik, dan uji laboratorium untuk memastikan kualitas serta keamanan makanan.

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa makanan yang didistribusikan berada dalam kondisi matang, segar, dan buah yang disediakan layak konsumsi," jelas Imanulkhan, Selasa (18/2/2025).

Di sisi lain, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggarai Barat dari Badan Gizi Nasional Dania Ulfi Ningrum menuturkan, makanan yang diberikan kepada siswa telah melalui berbagai tahap pemeriksaan ketat.

Ulfi mengakui bahwa salah satu kotak makan dari 3.000 porsi ditemukan mengandung ulat. Namun, dia menekankan bahwa itu bukan belatung.

"Kami sudah menawarkan pengganti makanan kepada siswa tersebut, namun penawarannya ditolak," tambahnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#buah busuk #viral #Mbg #Makan Bergizi Gratis #Loka POM #Manggarai Barat #ulat