RADARSOLO.COM - Viral video sejumlah siswa SD terciduk racik minuman keras alias miras oplosan, terus tuai sorotan. Kejadian miris ini membuat publik tercengang hingga prihatin.
Video yang memperlihatkan sejumlah siswa SD diinterogasi seorang guru saat ketahuan meracik miras oplosan, beredar di media sosial.
Di mana para siswa itu mengakui bisa nekat meracik miras oplosan setelah diajarkan oleh seorang teman.
Pengakuan siswa SD itu pun menuai reaksi netizen. Salah satunya yang ikut bersuara atas kejadian itu adalah sutradara kondang Joko Anwar.
Melalui akun X-nya, Joko Anwar turut mengomentari video viral siswa SD ketahuan racik miras oplosan.
"Cerah masa depan Indonesia. Nggak perlu kabur ke mana-mana," cuit Joko Anwar.
Komentar Joko Anwar itu merupakan merupakan sebuah satire, yang dikaitkan dengan tren #KaburAjaDulu yang kini banyak digaungkan anak muda di medsos.
Diketahui, #KaburAjaDulu adalah gerakan dan tren yang disuarakan anak muda di medsos, seiring rasa kecewa dengan kebijakan pemerintah dan kondisi sulitnya berkembang di Indonesia.
Kekecewaan itu mulai dari kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas pada ancaman PHK. Kemudian sulitnya lapangan kerja hingga tingginya biaya pendidikan.
Sehingga anak-anak muda Tanah Air membuta tren untuk kabur ke luar negeri untuk mendapat kehidupan lebih baik.
Pengakuan Siswa SD Racik Miras Oplosan
Sebelumnya, viral video sejumlah siswa SD yang diintegorasi guru perempuan mengenai dugaan racik miras oplosan.
"Entuk ramuan koyo oplosan kuwi seko ngendi? Sing marai sopo? (Dapat ramuan oplosan itu dari mana? Yang mengajarkan siapa?" tanya guru tersebut kepada siswanya.
Salah seorang siswa menjawab jika mereka bisa membuat oplosan itu dari seorang teman.
"Koncone kulo, Bu. (Teman saya, Bu)," kata salah satu siswa.
Lebih lanjut, siswa tersebut juga menceritakan cara temannya itu mengajak membuat oplosan.
"Ayo gawe es moni, yuk," ucap seorang siswa, menirukan ajakan temannya.
Kemudian, guru perempuan itu kembali bertanya bahan-bahan oplosan yang dibuat para siswa itu.
"Terus (bahan oplosan) enek obate ora?" tanya guru itu.
"Mboten," jawab guru itu.
Namun, ada siswa lain yang menjawab ada campuran obat, yang langsung direspons riuh siswa-siswa lainnya.
Tersiar kabar jika siswa-siswa itu berasal dari salah satu SD di Kediri, Jawa Timur.
Namun, sejauh ini belum ada klarifikasi dan penjelasan dari mana asal sekolah siswa-siswa SD tersebut. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria