Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ditressiber Polda Jateng Diperiksa Propam Polri Usai Viral Band Sukatani Minta Maaf ke Polri Atas Lagu 'Bayar Bayar Bayar'

Syahaamah Fikria • Sabtu, 22 Februari 2025 | 04:53 WIB

Band Sukatani mengunggah permintaan maaf kepada Polri.
Band Sukatani mengunggah permintaan maaf kepada Polri.

RADARSOLO.COM - Polemik lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang membuat band punk Sukatani membuat permohonan maaf ke institusi Polri, kini memasuki berbuntut panjang.

Terbaru, Divisi Propam Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah (Jateng) terkait viral video klarifikasi dari personel Sukatani mengenai lagu "Bayar Bayar Bayar".

Dalam keterangannya di akun X, Propam Polri menekankan, institusi mereka terbuka terhadap kritik yang konstruktif.

Serta selalu menghargai kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis.

"Halo #SahabatPropam, terkait dengan perbincangan hangat mengenai band Sukatani dan lagu 'Bayar Bayar Bayar', kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis," tulis Propam Polri dalam akun X mereka, Jumat (21/2/2025).

Lebih lanjut, mereka mengungkapkan untuk menjaga profesionalisme, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jateng guna mengklarifikasi isu yang muncul terkait band Sukatani.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Polri.

"Kami berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari masyarakat dan melakukan perbaikan demi pelayanan yang lebih baik," ucap Propam Polri.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengakui, jajaran penyidik Siber Polda Jateng memang sempat memanggil dan meminta klarifikasi kepada band Sukatani.

Hal tersebut menyusul lagu 'Bayar Bayar Bayar' milik band punk asal Purbalingga itu, yang jadi viral.

"Kita memang sempat klarifikasi terhadap Band Sukatani tersebut," tutur Artanto, Jumat.

Namun, dia menyatakan bahwa kepolisian tetap menghargai kegiatan band Sukatani yang berekspresi melalui seni.

"Hasil klarifikasi, kita menghargai kegiatan berekspresi dan berpendapat melalui seni. Kemudian melalui seni atau pendapat atau kritikan tersebut, Polri tidak antikritik," papar dia.

Terkait video permintaan maaf band Sukatani yang kemudian jadi viral, Artanto menyebut, pihaknya tak pernah meminta mereka membuat video tersebut.

"Klarifikasi itu cuma sekadar kita ingin mengetahui maksud dan tujuan dari pembuatan lagu tersebut," ucap dia.

Lebih lanjut, Artanto mengatakan, institusinya mengapresiasi kritikan-kritikan yang disampaikan melalui karya seni tersebut.

"Kritikan tersebut sebagai bukti bahwa mereka cinta terhadap Polri dan yang mengkritik terhadap Polri yang sifatnya membangun untuk perbaikan itu akan menjadi temannya Bapak Kapolri. Kita sangat apresiasi," papar dia.

Lantas, apakah pihak kepolisian juga memerintahkan band Sukatani menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar'?

Dikatakan Artanto, pihaknya mempersilakan Sukatani jika ingin tetap menyanyikan lagu 'Bayar Bayar Bayar'.

"Monggo aja. Kita menghargai ekspresi dan yang memberikan kritik membangun kepada Polri," tandas dia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #minta maaf #band punk #Bayar Bayar Bayar #propam polri #Sukatani #polda jateng