RADARSOLO.COM-Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas (bullion bank) pertama di Indonesia di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).
Peresmian ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagaimana tertuang dalam program Astacita.
Peresmian bank emas ini sebelumnya telah diumumkan Presiden Prabowo saat mengungkapkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dan strategi ekonomi lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Baca Juga: BRI Peduli Kembali Hijaukan Laut Maratua, Terumbu Karang Pulih Hingga 97%
"Selama ini, kita tidak memiliki bank khusus untuk emas di Indonesia. Oleh karena itu, kita akan membentuk bank emas agar hasil tambang kita memiliki penyimpanan yang lebih baik di dalam negeri," ujar Prabowo Subianto seperti dikutip dari Antara.
Bank Emas untuk Optimalkan Sumber Daya
Pengamat perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto menilai, kehadiran bullion bank dapat mengoptimalkan sumber daya emas nasional.
Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia, dengan cadangan emas mencapai 2.600 ton, namun selama ini sebagian besar produksi diekspor tanpa pengolahan lebih lanjut.
"Dengan adanya bank emas, pengelolaan dan pemanfaatan emas domestik bisa lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan cadangan emas nasional," jelas Doddy.
Selain itu, bank emas juga membuka peluang bisnis baru, seperti perdagangan emas, simpan-pinjam emas, serta penitipan emas.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan memperkirakan bahwa nilai tambah industri emas dapat mencapai Rp30 triliun - Rp50 triliun.
BRI Sambut Baik Izin Bank Emas Pegadaian
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut merespons positif pencapaian entitas anak usahanya, PT Pegadaian, yang telah mengantongi izin kegiatan usaha bullion bank dari OJK.
Baca Juga: BRI Catatkan Laba Rp60,64 Triliun, Fundamental Keuangan Tetap Kuat
"Pegadaian kini memiliki peran lebih luas dalam meningkatkan akses layanan keuangan berbasis aset emas, mendukung akselerasi inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM," ujar SEVP Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama.
Sejak Holding Ultra Mikro yang digawangi oleh BRI, Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berdiri pada September 2021, holding ini telah melayani lebih dari 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman.
Adapun total penyaluran pembiayaan mencapai lebih dari Rp622,3 triliun hingga September 2024.
Prospek Bank Emas
Pengamat dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai bahwa prospek bullion bank di Indonesia cukup menjanjikan, mengingat emas merupakan instrumen investasi yang stabil dan bernilai tinggi dalam jangka panjang.
"Keamanan penyimpanan dan jaminan keaslian emas menjadi faktor penting bagi bank emas untuk membangun kepercayaan masyarakat," ujar Trioksa.
Selain sebagai sarana investasi, emas juga memiliki nilai tambah dalam sektor industri, seperti elektronik, instrumen kesehatan, dan perhiasan.
Oleh karena itu, kehadiran bullion bank diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta memaksimalkan potensi SDA dalam negeri. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono