RADARSOLO.COM - Iwan Setiawan Lukminto, Komisaris Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) pernah masuk jajaran 50 orang terkaya di Indonesia pada 2020 versi Forbes.
Namun, siapa sangka jika 5 tahun kemudian atau per 1 Maret 2025, Iwan terpaksa harus menutup operasional Sritex, pabrik tekstil yang pernah merajai Asia Tenggara.
Dia pun harus menyampaikan perpisahan kepada 8.400 karyawan yang juga terpaksa kena PHK, dampak putusan pailit Sritex oleh Pengadilan Niaga Semarang.
Ya, Iwan Setiawan Lukminto bersama sang adik, Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dan jajaran direksi lain, akhirnya harus berpamitan dengan ribuan karyawan Sritex pada Jumat (28/2/2025).
Jumat itu adalah hari terakhir karyawan Sritex masuk kerja, sebelum pabrik tekstil tersebut resmi tutup permanen karena paillit.
Duduk lesehan bersama ribuan karyawannya, Iwan mengucapkan pidato perpisahan yang penuh haru.
"Peristiwa ini kita jadikan momentum juga untuk kembalinya kita yang lebih baik lagi. Lebih kuat lagi," ucap Iwan dalam pidatonya.
"Mungkin dulu ada yang salah. Mungkin dulu ada yang maling kancing baju dan jarum. Dan dosa itu kita kumpulkan terlalu banyak. Saat ini, kita harus melihat diri lagi ada apa," lanjut dia.
Usai Iwan dan sang adik, Wawan, menyampaikan pidato perpisahan, mereka mengajak ribuan karyawan menyanyikan lagu 'Kenangan Terinda' dari band Samson.
Profil Iwan Setiawan Lukminto
Iwan Setiawan Lukminto adalah sosok yang dikenal luas dalam industri tekstil nasional.
Setelah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sritex selama lebih dari satu dekade, dia menduduki posisi Komisaris Utama Sritex sejak Maret 2023.
Jabatan yang sebelumnya dia tempati, kemudian diisi oleh Iwan Kurniawan Lukminto, adiknya, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama.
Karier dari Asisten hingga Direktur Utama Sritex
Lahir di Solo, 24 Juni 1975, Iwan Setiawan Lukminto menempuh pendidikan tingginya di Amerika Serikat.
Ia meraih gelar Bachelor’s Degree in Business Administration dari Suffolk University, Boston, Massachusetts ada 1997.
Setelah menyelesaikan studinya, Iwan langsung bergabung dengan Sritex, perusahaan yang didirikan oleh sang ayah, HM Lukminto.
Ia memulai kariernya sebagai asisten direktur pada tahun 1997.
Hanya dalam dua tahun, ia naik jabatan menjadi Wakil Direktur Utama pada 1999.
Perjalanan kariernya terus menanjak hingga akhirnya pada 2006, ditunjuk sebagai Direktur Utama Sritex.
Posisi itu dipegangnya hingga Maret 2023, sebelum akhirnya beralih ke jajaran komisaris.
Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia
Keberhasilan Iwan dalam mengembangkan Sritex juga tercermin dari pengakuan yang ia dapatkan di tingkat nasional.
Pada 2020, majalah Forbes menempatkannya dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.
Total kekayaannya diperkirakan mencapai USD 515 juta atau sekitar Rp 7,81 triliun (berdasarkan kurs saat itu).
Ia menduduki peringkat ke-49 dalam daftar tersebut.
Namun, pada 2021, namanya tidak lagi masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes.
Dibesarkan dengan Nilai-Nilai Bisnis Sejak Kecil
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube, Iwan mengungkapkan bahwa dunia bisnis tekstil telah dikenalkan kepadanya sejak usia 5 tahun.
Sang ayah, HM Lukminto, mengajaknya berkeliling perusahaan untuk memahami proses produksi, mengenal para pegawai, dan memahami kerja operasional Sritex.
Sejak usia 9 tahun, Iwan mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan perusahaan, sesuatu yang menurutnya sangat berpengaruh dalam membentuk jiwa kepemimpinannya.
"Pesan ayah saya sederhana, kerja yang baik saja. Tapi ternyata, bekerja dengan baik itu punya makna luas. Tidak hanya sekadar bekerja, tapi harus menjadi yang terbaik," ungkapnya.
Iwan juga meyakini bahwa pengalaman langsung adalah kunci pembelajaran terbaik.
Ia membagikan prinsip yang selalu dipegangnya dalam bekerja.
"Teach me and I will forget, show me and I may remember, involve me and I will understand," tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan sejak dini dalam dunia bisnis sangat penting, terutama dalam membangun mental kepemimpinan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria