Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Ngarai Taring di Desa Wonoboyo, Cepogo: Perbukitan Berkelok ala Grand Canyon yang Ada di Boyolali

Ragil Listiyo • Senin, 3 Maret 2025 | 21:20 WIB
IKONIK: Jalan yang menuruni Ngarai Taring di Desa Wonoboyo, Cepogo kerap jadi spot foto wisatawan. Terlihat panorama alam Gunung Merapi dan perbukitan Bibi.
IKONIK: Jalan yang menuruni Ngarai Taring di Desa Wonoboyo, Cepogo kerap jadi spot foto wisatawan. Terlihat panorama alam Gunung Merapi dan perbukitan Bibi.

RADARSOLO.COM - Lereng Gunung Merapi dan Merbabu menyimpan banyak surga yang menenangkan. Salah satunya Ngarai Taring yang mirip Grand Canyon Amerika.

Ngarai Taring berada di Desa Wonoboyo, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Ngarai ini berada di pegunungan Bibi dan lereng Merapi.

Perjalanan menuju Ngarai Taring memang cukup berkelok dengan medan menanjak dan menurun. Namun begitu sampai di lembahnya, seolah semua pegal terbayarkan.

Lereng Gunung Merapi ini memang sempat viral dan menjadi lokasi favorit untuk berswafoto.

Meski bukan tempat wisata, Ngarai Taring hanya sebuah jalan menikung di bawah lembah.

Jalan itu menjadi akses utama menuju sebuah kampung di Lereng Merapi, bernama Taring.

Jika ingin bertandang ke Ngarai ini, bisa melalui Desa Gedangan. Yakni, dari pertigaan Cepogo ambil ke arah selatan.

Meski tampak seperti gang perkampungan, jalan itu jadi akses utama masyarakat yang ingin ke kota atau sekadar menjual sayur ke Pasar Cepogo.

Setelah itu, akan melewati jembatan menikung yang cukup ekstrem. Lalu ambil terus ke selatan, dan setelahnya ambil jalur ke barat arah pegunungan.

Terus lurus hingga menemukan pertigaan yang mengarah ke ngarai dan ambil arah selatan dengan jalan menurun.

Dari ketinggian itu, dapat terlihat sebuah lembah yang hijau dan begitu asri. Jika ingin menikmati momen yang lebih seru, baiknya datang saat pagi atau sore hari.

Di jam-jam tersebut siluet matahari yang meninggi ditambah dengan nyanyian burung menambah syahdu pemandangan.

Jika beruntung, kita bisa diperlihatkan kawanan monyet ekor panjang liar yang sedang bercengkrama.

Selain itu, ada juga jembatan penghubung yang menjadi saksi keganasan erupsi Merapi 2010 silam. Jembatan itu telah direhabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Merapi.

”Perjalanannya memang lumayan ya, tapi kalau motoran justru nggak kerasa. Karena sepanjang jalan dapat pemandangan yang menyejukkan,” ujar Ramadhani pada Jumat (28/2/2025).

Warga asal Ketapang, Kalimantan Barat ini mengaku diajak tantenya untuk pergi ke Ngarai Taring.

Apalagi, sudah banyak foto estetik di ngarai ini yang bersliweran di media sosial. Saat pulang ke rumah neneknya itulah, Rama menyempatkan untuk mampir.

”Dari pada di tempat wisata yang ramai, saya lebih suka yang masih asri begini sih. Bener-bener kaya di dunia lain, seger, sejuk udaranya, dan asri banget,” tandasnya. (rgl/adi)

Editor : Damianus Bram
#Boyolali #merbabu #gunung merapi #cepogo #Grand Canyon #ngarai taring