RADARSOLO.COM – Gelombang PHK massal terus melanda industri tekstil Indonesia akibat maraknya impor ilegal!
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) mengungkapkan data terbaru pabrik-pabrik yang tutup dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ketua Umum APSYFI Redma Gita Wirawasta, dalam keterangannya, Jumat (8/3/2025), menegaskan bahwa PHK besar-besaran terjadi di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah sepanjang Januari 2023 – Desember 2024.
Dampaknya? Ribuan buruh kehilangan pekerjaan dan puluhan pabrik terpaksa gulung tikar!
Melansir dari ANTARA, berikut daftar 60 pabrik tekstil yang terdampak impor ilegal, berdasarkan data APSYFI:
1. PT Adetex (500 tenaga kerja dirumahkan)
2. Agungtex Group (2.000 tenaga kerja dirumahkan)
3. PT Alenatex (tutup-PHK 700 tenaga kerja)
4. PT Apac Inti Corpora (pengurangan tenaga kerja)
5. PT Argo Pantes Bekasi (tutup-berhenti produksi)
6. PT Asia Citra Pratama (tutup-berhenti produksi)
7. PT Asia Pacific Fiber Kaliwungu (pengurangan tenaga kerja)
8. PT Asia Pacific Fiber Karawang (PHK 2.500 tenaga kerja)
9. PT Bitratex (pengurangan tenaga kerja)
10. PT Centex - Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)
11. PT Chingluh (PHK 2.000 tenaga kerja)
12. PT Damatex ( tutup-berhenti produksi)
13. PT Delta Merlin Tekstil I-Duniatex Group (PHK 660 tenaga kerja)
14. PT Delta Merlin Tekstil II-Duniatex Group (PHK 924 tenaga kerja)
15. PT Djoni Texindo (tutup - berhenti produksi)
16. PT Dupantex (tutup-berhenti produksi)
17. PT Efendi Textindo (tutup-berhenti produksi)
18. PT Fotexco Busana Internasional (tutup-berhenti produksi)
19. PT Grand Best (PHK 300 tenaga kerja)
20. PT Grand Pintalan (tutup-berhenti produksi)
21. PT Grandtex (tutup-berhenti produksi)
22. PT Gunatex (tutup-berhenti produksi)
23. PT HS Aparel (tutup)
24. PT Indachi Prima (pengurangan tenaga kerja)
25. PT Jelita (tutup-berhenti produksi)
26. PT Kabana (PHK 1.200 tenaga kerja)
27. PT Kaha Apollo Utama (tutup-berhenti produksi)
28. PT Kahatex (pengurangan tenaga kerja)
29. PT Kintong (tutup-berhenti produksi)
30. Kusuma Group (PT Pamor, PT Kusuma Putra, PT Kusuma Hadi) (tutup-PHK 1.500 tenaga kerja)
31. PT Lawe Adyaprima Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)
32. PT Lojitex (tutup-berhenti produksi)
33. PT Lucky Tekstil (PHK 100 tenaga kerja)
34. PT Mafahtex Tirto (tutup-berhenti produksi)
35. PT Miki Moto (tutup - berhenti produksi)
36. PT Mulia Cemerlang Abadi (tutup-berhenti produksi)
37. PT Mulia Spindo Mills (tutup-berhenti produksi)
38. PT Nikomas (bertahap ribuan pekerja)
39. PT Ocean Asia Industry (tutup-PHK 314 tenaga kerja)
40. PT Panca Sindo (tutup-berhenti produksi)
41. PT Pismatex (pailit -PHK 1.700 tenaga kerja)
42. PT Polyfin Canggih (pengurangan tenaga kerja)
43. PT Pulaumas Tekstil (PHK 460 tenaga kerja)
44. PT Rayon Utama Makmur (tutup)
45. PT Ricky Putra Globalindo, Tbk. (tutup-berhenti produksi)
46. PT Sai Aparel (relokasi sebagian)
47. PT Saritex (tutup-berhenti produksi)
48. PT Sembung Tex (tutup-berhenti produksi)
49. PT Sinar Panca Jaya (pengurangan tenaga kerja)
50. PT South Pacific Viscose (pengurangan tenaga kerja)
51. Sritex Group (2.500 tenaga kerja dirumahkan)
52. PT Starpia (tutup)
53. PT Sulindafin (tutup-berhenti produksi)
54. PT Sulindamills (tutup-berhenti produksi)
55. PT Tifico Fiber Industries (pengurangan tenaga kerja)
56. PT Tuntex (tutup - PHK 1.163 tenaga kerja)
57. PT Wiska Sumedang (tutup - PHK 700 tenaga kerja)
58. PT Primissima (tutup - berhenti produksi)
59. PT Sritex (pailit-pengawasan kurator)
60. PT Asia Pacific Fibers Karawang (berhenti beroperasi)
61. PT Lucky Print (berhenti beroperasi)
Sritex Group Tutup Total! 10.965 Karyawan Kena PHK!
Sritex Group, salah satu raksasa tekstil nasional, dipastikan tutup total mulai 1 Maret 2025. Dampaknya, sebanyak 10.965 karyawan terkena PHK massal per 28 Februari 2025.
Berikut rincian PHK massal di Sritex Group:
- PT Sritex Sukoharjo – 8.504 karyawan PHK
- PT Primayuda Boyolali – 956 karyawan PHK
- PT Bitratex Semarang – 1.065 karyawan PHK
- PT Sinar Panja Jaya Semarang – 40 karyawan PHK
- PT Bitratex Semarang (Tahap 2) – 104 karyawan PHK
Total karyawan yang kehilangan pekerjaan akibat bangkrutnya Sritex Group mencapai 10.965 orang!
Ketua APSYFI, Redma Gita Wirawasta, menegaskan bahwa banjir impor ilegal telah merusak industri tekstil nasional.
Redma menyatakan selain dalam rentan dua tahun terakhir, pihaknya juga sudah mendapatkan laporan baru adanya penutupan pabrik pada Januari 2025, yakni PT Mbangun Praja Industri.
"Januari 2025 yang tutup PT Mbangun Praja Industri," ujarnya.
Dirinya berharap pemerintah segera melakukan pengendalian impor, serta memberantas praktik impor yang merugikan industri domestik tersebut.
"Pengendalian impor dan pemberantasan praktik impor ilegal," katanya pula.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan dan Disnakertrans Jawa Tengah telah menerima laporan bahwa PHK sudah terjadi sejak Agustus 2024 di beberapa perusahaan.
Namun, hak pesangon 300 karyawan PT Sinar Panja Jaya masih belum diberikan hingga sekarang!
“PHK di Sinar Panja Jaya terjadi sejak Agustus 2024 (sebelum pailit), tetapi hak pesangon 300 karyawan masih belum diberikan,” ungkap laporan Kemnaker, dikutip dari JawaPos.com. (dam)
Editor : Damianus Bram