Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

59 Tahun Berlalu, Naskah Asli Supersemar Tetap Menjadi Misteri

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 11 Maret 2025 | 23:59 WIB
Dokumen Supersemar. Keberadaan dokumen aslinya masih menjadi misteri.
Dokumen Supersemar. Keberadaan dokumen aslinya masih menjadi misteri.

RADARSOLO.COM- Hari ini, 59 tahun yang lalu, dokumen penting yang dinamakan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) disebut-sebut ditanda tangani Presiden Ir Soekarno.

Supersemar muncul dalam situasi politik yang sangat tidak stabil setelah peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September 1965).

Pada saat itu, Indonesia mengalami krisis yang melibatkan konflik ideologi antara kelompok komunis (PKI) dan kelompok anti-komunis yang didominasi oleh militer, mahasiswa, serta sebagian besar masyarakat.

Presiden Soekarno mengalami tekanan politik yang besar, baik dari kelompok pro-PKI maupun kelompok anti-PKI.

Untuk meredam ketegangan dan menghindari kekacauan yang lebih besar, Soekarno akhirnya menerbitkan Supersemar.

Setelah menerima Supersemar, Soeharto segera mengambil langkah-langkah yang berdampak besar pada perjalanan sejarah Indonesia.

Supersemar menjadi titik balik yang menandai transisi dari era Orde Lama yang dipimpin oleh Soekarno menuju Orde Baru di bawah Soeharto.

Supersemar juga menjadi kontroversi yang menarik untuk dicermati.

Termasuk keberadaan dokumen Supersemar yang asli.

Arsip Supersemar yang dimiliki atau disimpan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), ternyata bukan surat yang asli.

Hal ini diakui Pelaksana tugas (Plt) Deputi Konservasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Multi Siswanti.

"Kita memiliki arsip Supersemar tapi itu dari berbagai versi. Setelah kita lihat dari autentikasinya ternyata itu bukan arsip yang asli," kata Multi Siswanti, saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta tahun lalu dikutip dari ANTARA.

Saat ini pemerintah melalui ANRI terus berusaha mencari dan menemukan arsip Supersemar yang asli.

Sementara itu, akun @sepiberbisik kembali mengingatkan masyarakat tentang Supersemar di unggahannya di media sosial X.

Akun tersebut menyebut keberadaan Supersemar masih menjadi misteri.

“Sejak Soekarno menerbitkan Supersemar, 59 yang lalu, belum diketahui keberadaan naskah aslinya,” cuit @sepiberbisik.

Isi yang tertuang di dalam Supersemar tidak dapat dipastikan, apakah berupa perintah untuk menjaga stabilitas keamanan negara atau justru dijadikan alat kudeta.

Berdasarkan hasil uji forensik di Laboratorium Polri pada 2012, tiga naskah Supersemar yang disimpan dalam brankas antiapi milik Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tidak autentik.

Berburu naskah asli Supersemar Mantan Kepala ANRI M. Asichin mengatakan, pencarian naskah asli Supersemar mulai gencar dilakukan pada 2000.

Pada 7 Maret 2000, Kepala ANRI menemui Sekretaris Jenderal MPR RI Umar Basalim. Hal ini merujuk pada informasi saat itu bahwa naskah asli telah diserahkan ke Ketua MPRS tahun 1966.

"Sebab, menurut informasi saat itu, naskah Supersemar telah diserahkan Amir Machmud (salah satu perwira tinggi saksi kunci penandatanganan Supersemar) kepada Ketua MPRS tahun 1966 yang selanjutnya digunakan sebagai dasar penetapan TAP MPRS tentang pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat Presiden RI," ujar Asichin, saat diwawancarai Kompascom pada awal Maret 2016, tulis @sepiberbisik.

Tak hanya itu, ANRI mengirim surat ke DPR RI terkait pemanggilan Soeharto Jenderal (Purn) M. Jusuf untuk memberikan penjelasan mengenai keberadaan Supersemar.

Namun, keduanya tak pernah datang untuk memberikan penjelasan karena alasan kesehatan.

Kemudian ANRI mewawancarai salah seorang putri Soekarno pada 26 April 2007, yakni Sukmawati Soekarnoputri.

Namun, informasi keberadaan Supersemar tidak mendapatkan titik terang dikarenakan Sukmawati saat itu tengah di Bandung sehingga tak mengetahui detail kejadian tersebut.

Pada 2001, ANRI membentuk Tim Khusus Penelusuran Arsip Supersemar.

Tim ini memiliki tugas melakukan pendekatan personal kepada orang-orang yang diduga mengetahui persis keberadaan Supersemar.

Yang kami wawancarai saat itu ada Soekardjo Wilardjito, mantan pengawal Istana Bogor ; Abdul Kadir Besar, mantan Sekum MPRS ; Mursalin Daeng Mamanggung, mantan Anggota DPRGR utusan AL dan Yatijan mantan Menteri Maritim. Namun semuanya tidak tau keberadaan surat itu," ujar Asichin.

Tim Khusus juga sampai mencari Supersemar di kantor arsip Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Namun, naskah asli tidak ditemukan.

Pada 2 Juli 2005, ANRI mewawancarai mantan Menteri Sekretariat Negara, Moerdiono.

Moerdiono mengatakan, dari Kostrad, Soeharto menyerahkan Supersemar kepada Sekretariat Tata Usaha Staf AD.

Naskah itu sempat hendak difotokopi namun dilarang, sehingga sempat bolak balik antara Kostrad dengan Istana Negara.

Namun, naskah itu akhirnya dikirim ke Merdeka Barat.

Selain itu, pada 2012, informasi terkait keberadaan Supersemar berasal dari seorang aktivis, Nurinwa Ki S. Hendrowinoto.

Nurinwa menyerahkan selembar arsip Supersemar yang ditemukannya di dinding area petilasan Trowulan, Kerajaan Majapahit, Jawa Timur.

Namun, hasil uji laboratorium forensik memastikan naskah tersebut tidak otentik.

Perburuan tak henti Mantan Kepala ANRI Mustari Irawan saat diwawancarai pada 2016 mengatakan, ada anggota DPR yang mengaku memegang naskah asli Supersemar.

Namun, setelah dikonfirmasi, surat itu adalah kertas fotokopi alias bukan dokumen otentik.

Tak berhenti di sana, pada tahun 2015, Mustari kembali menerima informasi naskah asli Supersemar ada pada putri Moerdiono.

Namun, tidak diketahui keberadaan surat itu. Mustari memastikan, pencarian naskah asli Supersemar tidak akan berhenti.

Menurut dia, ANRI memiliki program penyelamatan arsip negara skala besar dan akan terus mewawancarai pihak terkait.

Mustari mengatakan, ada tiga hal yang membuat Supersemar menjadi penting untuk didapat.

Pertama, dari sisi bentuk fisik terkait jumlah lembar naskah.

Kedua, dari sisi konten, masyarakat harus mengetahui apa isi surat tersebut. Ketiga, dari sisi konteks. Dokumen autentik Supersemar akan menjawab berbagai versi cerita tentang Supersemar. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dokumen asli #orde baru #order lama #Supersemar #misterius #misteri