Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tidak Punya Riwayat Penyakit: Kematian Agil Tri Nugroho, Atlet Taekwondo PPLOP Jateng asal Boyolali Diinvestigasi

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 12 Maret 2025 | 01:42 WIB
Ucapan duka cita dari Disporapar Jateng atas meninggalnya Agil Tri Nugroho, atlet PPOP Jateng.
Ucapan duka cita dari Disporapar Jateng atas meninggalnya Agil Tri Nugroho, atlet PPOP Jateng.

RADARSOLO.COM- Penyebab kematian Agil Tri Nugroho, 16, atlet taekwondo Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Jateng menyita perhatian.

Saat ini, pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya warga Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, tersebut.

Keterangan dari Disporapar Provinsi kateng Jawa Tengah, Agil Tri Nugroho meninggal dunia saat menjalani latihan di bulan Ramadhan, tepatnya 5 Maret 2025.

Dugaan sementara, atlet muda berbakat itu mengalami kelelahan saat latihan.

Kepala Disporapar Jateng Agung Hariyadi menyampaikan belasungkawa atas kejadian tragis yang menimpa Agil.

"Pada saat latihan, karena kondisi fisik yang tidak mendukung, Agil mengalami kelelahan hingga pingsan," ujar Agung, Selasa (11/3/2025).

"Setelah dilakukan penanganan, kondisinya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal di rumah sakit," imbuhnya.

Berdasarkan informasi sementara, Agil tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

Namun, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, investigasi masih terus berlangsung.

Menurut Agung, penyelidikan dilakukan tidak hanya secara internal, tetapi juga melibatkan berbagai stakeholder hingga pemerintah pusat.

"Saat ini investigasi masih dilakukan oleh pengurus cabang olahraga taekwondo dari provinsi hingga pusat, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)," terang Agung.

"Kami juga menggali informasi internal seobyektif mungkin untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya," lanjut dia.

Baca Juga: Agil Tri Nugroho Atlet Berprestasi asa Ngemplak Boyolali Meninggal Dunia di Sela Latihan: sang Ayah Ungkap Ketatnya Seleksi Masuk PPLOP Jateng

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap pelatih dan pihak BPPLOP Jateng guna mengevaluasi sistem latihan.

Agung memastikan bahwa selama Ramadhan, latihan tidak dilakukan secara penuh.

Intensitas latihan maksimal hanya 80 persen dari kondisi normal, dengan kategori ringan hingga sedang.

"Selama bulan Ramadhan, program pelatihan di semua cabang olahraga memang hanya di bawah 80 persen. Artinya, latihannya kategori ringan dan sedang, tidak sampai 90-100 persen," tegasnya.

BPPLOP telah menggunakan standar pengukuran berbasis sport science, dengan alat ukur khusus yang memungkinkan pemantauan kondisi fisik atlet secara terukur dan objektif.

"Kami menggunakan sport science. Pengukuran dilakukan bukan hanya berdasarkan pengamatan pelatih, tetapi dengan alat ukur khusus untuk menilai kondisi fisik atlet," jelas Agung.

Pihak Disporapar Jateng menekankan, pengawasan terhadap kondisi atlet harus lebih diperketat.

Setiap latihan harus mengikuti SOP yang berlaku, termasuk penggunaan alat ukur untuk memantau daya tahan dan kondisi fisik atlet.

"Kami telah menekankan kepada BPPLOP agar lebih memperhatikan kondisi atlet sesuai SOP. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali," tandas Agung. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#meninggal dunia #Boyolali #atlet taekwondo #ngemplak #PPLOP Jateng #agil tri nugroho #ramadhan