Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Video Anggota DPR Herman Khoeron Terima Amplop Coklat saat Rapat dengan Pertamina, Sebut Ini Isinya

Syahaamah Fikria • Kamis, 13 Maret 2025 | 02:34 WIB
Tangkapan layar anggota Komisi VI DPR RI Herman Khoeron terima amplop coklat saat rapat bersama Pertamina.
Tangkapan layar anggota Komisi VI DPR RI Herman Khoeron terima amplop coklat saat rapat bersama Pertamina.

RADARSOLO.COM - Viral video perlihatkan anggota Komisi VI DPR RI Herman Khoeron terima amplop coklat saat rapat dengan Pertamina, kini jadi sorotan publik.

Dalam video viral tersebut, Herman tampak menandatangani dokumen di dalam stopmap warna merah.

Namun, yang jadi tanda tanya adalah tampak di bawah dokumen itu ada amplop berwana coklat.

Usai tanda tangan, Herman lantas mengambil amplop itu dan buru-buru menyimpannya ke dalam laci meja rapat.

Amplop coklat yang disembunyikan itu pun memancing tanda tanya publik. Bahkan tak sedikit netizen yang menduga-duga jika amplop coklat itu adalah bentuk gratifikasi atau suap.

Menanggapi viral video dan dugaan-dugaan menerikan gratifikasi, Herman pun buka suara dan membantah tuduhan itu.

Ia menyatakan bahwa amplop coklat yang diterimanya bukanlah bentuk gratifikasi.

Melainkan berkas Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang seharusnya ia ambil sebelumnya.

Klarifikasi Herman Khoeron

Menanggapi viral video dan dugaan menerima gratifikasi tersebut, Herman pun menegaskan bantahannya.

Dia memberikan klarifikasi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan PT Perusahaan Gas Negara dan PT Pertamina Hulu Energi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

"Saya menandatangani di sini dan saya menerima SPPD saya di meja ini, dengan memakai batik kuning," ujar Herman dalam rapat tersebut.

Ia menegaskan bahwa dana perjalanan dinas itu seharusnya diambil minggu lalu.

Tapi karena suatu alasan, baru bisa diterimanya saat rapat berlangsung.

"Jadi kalau kemudian muncul di media sosial dan dibuat narasi seolah-olah saya menerima sesuatu yang tidak benar, menurut saya itu adalah fitnah yang sangat keji," papar dia. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#pertamina #viral #dpr ri #herman khoeron #video #amplop