RADARSOLO.COM- Nama Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jabar kembali viral.
Menyusul akun asal India, IndiaTales7, menempatkan situs ini di posisi pertama dalam thread yang membahas tempat paling misterius di dunia.
Dalam unggahan tersebut, IndiaTales7 menyebut bahwa Gunung Padang diyakini sebagai piramida tertua di dunia, lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.
Pernyataan tersebut pun menarik perhatian warganet Indonesia.
Apalagi, akun tersebut mengunggah gambar hasil Artificial Intelligence (AI) yang tidak mencerminkan kondisi asli Gunung Padang.
”Real Gunung Padang looks nothing like the rendered view. The age of it is also disputed. Interesting nevertheless, but in fact looking like this:” tulis akun @jasvandijk sembari menyertakan foto di bawah ini:
Gunung ini dipercaya ditemukan oleh salah satu peneliti belanda bernama Nicholas Johanes Krom pada tahun 1914.
Namun, setelah gunung ini ditemukan, tidak ada penelitian lebih lanjut mengenai gunung ini.
Pada 1967, barulah salah satu warga lokal menemukan suitus purbakal tersebut.
Setelah ditemukan, Pusat Penelitian Arkeolog Nasional mulai melakukan proses ekskavasi untuk mencari tahun darimana asal batu batu misterius di Gunung Padang.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Dukung Penuh Program Koperasi Desa Merah Putih, Upaya Memperkuat Perekonomian Desa
Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan Gunung Padang sebagai cagar budaya nasional pada 2014.
Situs ini memiliki luas mencapai 291.800 meter persegi, tetapi luas utamanya hanya 900 meter persegi.
Berada di ketinggian 885 meter di atas permukaan laut. Situs ini juga terdiri dari lima teras yang luas.
Para tim ilmuwan Indonesia mengatakan bahwa usia lapisan batu pada Gunung Padang semakin ke bawah semakin tua.
Lapisan batu pertama diperkirakan berusia 3.500 tahun, lapisan kedua 8.000 tahun dan lapisan ketiga 9.500 hingga 28.000 tahun.
Hal inilah yang membuat Gunung Padang diangap sebagai piramida tertua di dunia, mengalahkan piramida gaza di mesir yang hanya berusia 4.500 tahun.
Diketahui, penelitian soal situs Gunung Padang berjudul “Geo-archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia” pernah dimuat di jurnal Archaeological Prospection pada 20 Oktober 2023.
Tulisan itu kemudian ditarik oleh penerbit John Wiley & Sons sehingga artikelnya hilang dari Wiley Online Library, basis data milik penerbit tersebut, sejak 18 Maret 2024.
Menurut Ali Akbar, anggota Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, pencabutan itu bermula pada 1 Desember 2023 lalu.
Awalnya salah satu anggota tim yakni Pakar paleotsunami dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Danny Hilman mendapat email resmi dari redaksi Wiley.
Penulis yang lain kemudian juga mendapat email yang sama.
"Kami para penulis mendapat email dari wiley 1 Desember 2023 mengenai ada investigasi soal jurnal kami," kata Ali dalam wawancara daring dengan Tempo, Jumat, 21 Maret 2024.
Dalam email tersebut, kata Ali, Wiley menyampaikan ringkasan bahwa investigasi dilakukan karena ada kesalahan dalam artikel yang ditulis.
Kesalahan yang dimaksud adalah bahwa teknik penanggalan karbon yang digunakan kepada sampel tanah yang tidak terkait dengan fitur atau artefak apapun yang dapat secara meyakinkan diinterpretasi sebagai antropogenik, atau buatan manusia.
"Karenanya, interpretasi bahwa situs ini adalah sebuah piramida purba yang dibangun 9.000 tahun yang lalu atau lebih tidak benar, dan artikel harus dicabut," bunyi hasil investigasi tersebut seperti dikutip dari Tempo.co. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono