RADARSOLO.COM-Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Tembus Rp 1.745.000 per gram pada Selasa (18/3/2025).
Harga ini naik dari rekor sebelumnya Rp 1.741.000 per gram.
Mencerminkan tren bullish emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Mengutip Reuters, harga emas dunia juga mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Mencapai USD 3.012,05 per ounce dalam perdagangan sesi Asia pada Selasa (18/3).
Harga emas spot naik 0,2 persen ke USD 3.008,08 per ounce, sedangkan emas berjangka AS naik 0,4 persen ke USD 3.017,60 per ounce.
Harga emas terus mencetak rekor baru dan semakin mahal dari waktu ke waktu.
Lalu, apa penyebabnya?
Berikut adalah lima faktor utama yang membuat harga emas terus meningkat.
1. Ketidakpastian Ekonomi Global
Ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas.
Saat ekonomi dunia mengalami gejolak—seperti resesi, krisis keuangan, atau konflik geopolitik—investor cenderung mengalihkan aset mereka ke emas sebagai investasi safe haven.
Misalnya, selama pandemi COVID-19, harga emas melonjak karena banyak negara mengalami perlambatan ekonomi dan ketidakpastian pasar.
Baca Juga: Kenikmatan Malam Nuzulul Quran, Perbanyak Doa, Zikir dan Baca Alquran
Hal ini menunjukkan bahwa emas selalu menjadi pilihan utama ketika kondisi ekonomi tidak stabil.
2. Inflasi Tinggi
Ketika inflasi meningkat, daya beli mata uang cenderung menurun, sehingga emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik.
Emas memiliki nilai intrinsik yang tidak tergerus inflasi, sehingga investor melihatnya sebagai aset perlindungan nilai (hedging).
Dalam kondisi inflasi tinggi, harga emas biasanya ikut naik karena masyarakat berusaha melindungi kekayaan mereka dari penurunan nilai mata uang.
Namun, tidak selalu terjadi hubungan langsung antara inflasi dan harga emas, karena faktor lain seperti suku bunga dan kebijakan moneter juga turut berperan.
3. Melemahnya Nilai Dolar AS
Harga emas memiliki hubungan terbalik dengan dolar AS.
Ketika dolar melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
4. Kebijakan Moneter yang Longgar
Bank sentral, terutama The Federal Reserve (The Fed), memiliki peran besar dalam menentukan harga emas melalui kebijakan moneternya.
Ketika suku bunga turun atau ada kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE), imbal hasil dari investasi seperti obligasi menjadi lebih rendah.
Hal ini membuat investor beralih ke emas yang lebih stabil dan dianggap lebih menguntungkan.
Selain itu, kebijakan moneter yang longgar meningkatkan jumlah uang beredar di pasar, yang berpotensi mendorong inflasi dan membuat harga emas semakin tinggi.
5. Permintaan Fisik yang Tinggi
Selain faktor ekonomi dan kebijakan, permintaan fisik emas juga memainkan peran penting dalam kenaikan harganya.
Negara seperti India dan China memiliki permintaan emas yang sangat tinggi, terutama untuk perhiasan, mahar pernikahan, dan investasi.
Di India, misalnya, emas menjadi bagian penting dalam budaya dan tradisi, sehingga permintaannya selalu meningkat saat musim pernikahan atau festival besar.
Selain itu, industri teknologi juga membutuhkan emas untuk berbagai perangkat elektronik, seperti ponsel dan komputer.
Permintaan dari sektor ini turut berkontribusi terhadap kenaikan harga emas secara global. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono