Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Wanita Ngaku Dipiting dan Dipelintir saat Datangi Polres Metro Bekasi, Kini Mendadak Minta Maaf: Apa yang Terjadi?

Syahaamah Fikria • Kamis, 20 Maret 2025 | 05:29 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa (kanan) dan Ida Farida (kiri).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa (kanan) dan Ida Farida (kiri).

RADARSOLO.COM - Viral seorang wanita bernama Ida Farida mengunggah video dan mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan, dipiting dan dipelintir saat datangi Polres Metro Bekasi. Namun, tak lama dia menyampaikan permintaan maaf. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dalam video berdurasi 3 menit 33 detik yang diunggah di akun TikTok @idafaridasm pada Selasa (18/3/2025), dia mengaku mendapat tindakan kasar saat meminta kejelasan mengenai penahanan adiknya.

Dalam video tersebut, Ida mengenakan seragam kerja dan menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepolisian.

"Saya datang ke sana (Polres Metro Bekasi), masih pakai seragam, saya tanya kenapa adik saya ditahan," ungkapnya dalam video yang jadi viral.

Menurut penuturannya, saat tiba di Polres, ia meminta surat penahanan adiknya, tapi ditolak dengan alasan surat hanya bisa diberikan kepada orang tua.

Situasi semakin memanas ketika ia mencoba menghubungi seorang temannya melalui ponsel.

Ia mengaku tiba-tiba diserang dari belakang, dipiting, tangannya dipelintir, dan ponselnya dirampas paksa.

"Saya diperlakukan seperti maling ayam," ucapnya dengan nada penuh emosi.

Tak hanya itu, dalam video tersebut, Ida juga memohon keadilan dari berbagai pihak.

Termasuk Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa, Presiden Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Polres Metro Bekasi Beri Klarifikasi

Menanggapi viralnya video Ida, Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa menuturkan, pihaknya terbuka untuk menerima laporan jika ada anggotanya yang bertindak di luar prosedur.

"Kalau ibu itu merasa diperlakukan tidak baik, silakan datang. Kami tunggu di Paminal Polres untuk melaporkan anggota kami," ujar Mustofa.

Ia juga mengungkapkan bahwa Propam Polda Metro Jaya sudah turun tangan untuk memeriksa anggota yang bertugas saat kejadian.

"Anggota saya sudah diperiksa oleh Propam Polda, sudah langsung dimitigasi," jelasnya.

Terkait penahanan adik Ida yang bernama Alwi Alatas, Mustofa pun memberi penjelasan.

Kasus yang Menjerat Adik Ida Farida

Menurut Kapolres, Alwi Alatas, yang merupakan mantan Kepala SDIT Atssurayya diduga terlibat dalam kasus penggelapan dana sekolah bersama istrinya, Holisoh Nurul Indah, yang menjabat sebagai bendahara.

Pasangan suami istri ini diduga menyelewengkan dana sekolah.

Termasuk uang SPP, uang buku, uang kegiatan, uang rekreasi, serta uang pangkal siswa baru untuk tahun ajaran 2023/2024.

Selain itu, Alwi juga diduga melakukan penggelapan dana operasional sekolah, seperti pembayaran internet, listrik, dan keperluan lainnya selama periode 2019-2022.

Total kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan mereka mencapai Rp 651 juta.

"Hasil audit menemukan adanya laporan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Mustofa.

Atas perbuatannya, Alwi Alatas dan istrinya dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara.

Mendadak Minta Maaf

Hanya selang sehari videonya viral, kini Ida mendadak menyampaikan permintaan maaf.

Video permohonan maaf kepada pihak kepolisian itu diunggah di akun TikTok-nya pada Rabu (19/3/2025).

"Yang terhormat Bapak Mustofa, Kapolres Kabupaten Bekasi, saya atas nama pribadi memohoin maaf atas kerisuhan yang terjadi. Semoga bapak dalam keadaan baik-baik saja. Maaf telah mengotori beranda medsos bapak dengan wajah saya," tutur Ida dalam videonya.

Ida pun mengatakan jiak dia menyayangkan sikap anggota kepolisian yang tidak menenangkannya saat datangi Polres Metro Bekasi. Hingga terjadilah video yang jadi viral tersebut.

"Andai waktu itu anggota bapak datang dan menenangkan saya untuk tidak teriak dan tidak terlarut dengan pikiran saya yang sedang kacau, mungkin video itu tidak akan terjadi dan tidak akan viral," ucap dia

Ida juga mengungkapkan, usai video viral itu banyak advokat yang menghubunginya untuk menawarkan bantuan.

Namun, Ida memilih untuk menolaknya karena tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #polres metro bekasi #dipiting #video #polisi #wanita