Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bisnis Kosmetik di Malang Raup Cuan Jutaan Berkat Pendanaan BRI

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 21 Maret 2025 | 16:52 WIB
Lapak Unique Kosmetik di Kota Malang, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan bisnis skincare dan makeup sejak 2016 berkat dukungan kur BRI.
Lapak Unique Kosmetik di Kota Malang, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan bisnis skincare dan makeup sejak 2016 berkat dukungan kur BRI.

RADARSOLO.COM-Tren bisnis kecantikan yang terus berkembang mendorong banyak pelaku usaha untuk ikut meramaikan pasar.

Salah satunya adalah Novi, pemilik Lapak Unique Kosmetik di Kota Malang, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan bisnis skincare dan makeup sejak 2016 berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Berawal dari jualan online di rumah, Novi perlahan mengembangkan usahanya hingga membuka toko fisik.

Namun, tingginya minat pelanggan membuat lingkungan sekitar rumah menjadi kurang nyaman karena padatnya lalu lintas pengambilan barang.

“Awalnya pelanggan datang ke rumah untuk ambil barang. Tapi lama-lama parkiran penuh terus dan saya tidak enak sama tetangga. Akhirnya kami sewa ruko kecil di Mulyorejo tahun 2018,” ungkap Novi.

Sayangnya, ruko tersebut lebih berfungsi sebagai gudang. Tak ada etalase atau display yang layak, sehingga kurang mendukung pengalaman belanja pelanggan.

Untuk mengembangkan usahanya, Novi memutuskan memanfaatkan fasilitas KUR BRI karena dianggap memiliki bunga ringan dan proses yang cepat.

“Untung dari bisnis skincare memang ada, tapi juga ada risikonya. Makanya saya pilih pendanaan yang bunganya ringan. Fasilitas KUR dari BRI sangat membantu,” jelas Novi.

Sejak 2022, Novi telah tiga kali mengajukan pendanaan KUR:

Setiap pendanaan digunakan untuk membuka cabang baru atau membeli toko demi meningkatkan kapasitas usaha.

Dalam bisnis kecantikan, Novi menyadari bahwa tren produk viral sangat cepat berubah. Hal ini menjadi tantangan besar dalam mengelola stok.

Baca Juga: BRI Salurkan Rp86,6 Triliun Green Loan, Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan

“Produk yang viral itu cepat banget tenggelam. Misalnya, moisturizer A viral, penjualan tinggi selama 3–4 bulan, lalu tiba-tiba menurun. Kita harus pandai mengelola stok,” ujarnya.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Novi. Ia justru menikmati proses bisnis dan interaksi langsung dengan pelanggan.

“Ketika toko ramai, rasanya senang banget. Bisa ngobrol langsung dan tahu kebutuhan mereka,” tambahnya.

Momentum Ramadan juga membawa berkah tersendiri. Menurut Novi, penjualan meningkat hingga 40%, terutama setelah masyarakat menerima THR.

“Biasanya H-6 Lebaran itu ramai sekali. Produk yang paling laris adalah lipstik, soft lens, dan bulu mata. Mereka belanja untuk tampil cantik saat Lebaran,” ceritanya.

Harapan untuk UMKM dan Dukungan Berkelanjutan dari BRI
Novi berharap bisnisnya terus berkembang dan BRI tetap konsisten membantu pelaku UMKM lokal naik kelas.

“Semoga BRI terus mendukung kita melalui pembiayaan yang ringan bunganya. Ini sangat berarti bagi UMKM untuk terus tumbuh,” tutupnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa BRI berkomitmen memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM di Indonesia.

“Dengan akses pembiayaan yang semakin luas, pelaku UMKM bisa naik kelas dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional,” ungkap Supari. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#BRI #UMKM Naik Kelas #BBRI #Pemberdayaan UMKM