Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Akses UMKM ke Bank Jateng Diperluas, Gubernur Luthfi Minta Pinjol Ilegal Diperangi

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 21 Maret 2025 | 23:35 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Kantor Cabang Syariah (KCS) Yogyakarta Bank Jateng, Jumat (21/3/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Kantor Cabang Syariah (KCS) Yogyakarta Bank Jateng, Jumat (21/3/2025).

RADARSOLO.COM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Bank Jateng agar memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ini penting untuk mendorong perekonomian daerah sekaligus mencegah maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang menjerat masyarakat.

“Lawan pinjol ilegal, Bank Jateng harus berikan kemudahan pada UMKM," tegas Luthfi saat meresmikan Kantor Cabang Syariah (KCS) Yogyakarta Bank Jateng, Jumat (21/3/2025).

"Jangan sampai pinjol yang melanggar hukum itu membuat pelaku UMKM terlilit utang. Bank Jateng harus mengedepankan pinjaman untuk UMKM,” lanjutnya.

Sejak ditunjuk sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah pada 2020, Bank Jateng telah menyalurkan lebih dari Rp2,91 triliun kepada lebih dari 15 ribu nasabah UMKM.

Untuk tahun 2025 ini, Bank Jateng mendapat kuota KUR sebesar Rp7 triliun, di mana Rp1,33 triliun dialokasikan khusus untuk pembiayaan berbasis syariah.

Luthfi menegaskan, peresmian Kantor Cabang Syariah Yogyakarta bukan sekadar ekspansi, melainkan langkah strategis sebagai investasi jangka panjang.

“Yogyakarta dikenal sebagai pusat pendidikan, pariwisata, serta basis UMKM yang kuat. Komunitas muslim yang besar juga mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap layanan perbankan syariah,” ujar Luthfi.

Plt Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro menyampaikan, baik Bank Jateng konvensional maupun syariah terus berkomitmen menyediakan solusi keuangan inklusif.

Terutama untuk lembaga pendidikan Islam, pelaku UMKM, dan sektor kesehatan syariah.

“Ini sejalan dengan visi gubernur dalam membangun ekonomi berbasis kemandirian daerah yang berkelanjutan, seiring tagline ‘Ngopeni Ngelakoni Jateng’,” jelas Irianto.

Baca Juga: Tol Klaten-Prambanan Digratiskan untuk Mudik Lebaran Mulai 24 Maret 2025, Gubernur Jateng: Tetap Harus Nge-Tap Kartu Tol

Hingga akhir Desember 2024, Bank Jateng Syariah mencatat total aset sebesar Rp7,24 triliun.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp4,26 triliun, naik 17,19 persen dari tahun sebelumnya, dan sebagian besar dialokasikan ke sektor UMKM. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gubernur jateng #bank jateng #pinjol ilegal #ahmad lutfhi