Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga Bahan Pokok di Jateng Tabrak HAP, Apa yang Akan Dilakukan Gubernur Luthfi?

Tri wahyu Cahyono • Senin, 24 Maret 2025 | 19:30 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi beri keterangan pers usai Rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri Tito Karnavian secara daring, Senin (24/3/2024).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi beri keterangan pers usai Rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri Tito Karnavian secara daring, Senin (24/3/2024).

RADARSOLO.COM-Gubernur Jateng Ahmad Luthfi membeberkan strategi menekan lonjakan harga bahan pokok yang sudah melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Salah satu upaya utama yang ditempuh yakni dengan melakukan pemerataan pasokan pangan antar daerah berbasis potensi wilayah.

Menurut Luthfi, langkah ini dinilai efektif untuk menghindari terjadinya inflasi, terutama jelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Koordinasi antar kabupaten/kota dinilai krusial, terutama untuk komoditas seperti daging ayam, telur ayam ras, cabai, kentang, dan bawang merah.

"Ini untuk menghindari inflasi, dengan memaksimalkan potensi wilayah. Jadi koordinasi antar daerah sangat penting," tegas Luthfi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Mendagri Tito Karnavian secara daring, Senin (24/3/2024).

Luthfi mencontohkan strategi distribusi seperti bawang merah dari Brebes yang dapat dialihkan ke daerah lain yang kekurangan pasokan. Begitu juga dengan komoditas cabai. Kunci dari strategi ini adalah penguatan logistik dan koordinasi antar dinas.

"Kalau harga bawang merah tinggi, hasil dari Brebes digeser ke daerah lain. Tinggal koordinasi logistiknya. Saya yakin dinas bisa intervensi ke sana, sehingga bisa tercipta pemerataan," tambahnya.

Menurut Luthfi, pemerataan pasokan ini akan membantu mengintervensi deviasi harga antar wilayah, sehingga inflasi lebih mudah dikendalikan.

Adapun lonjakan harga bahan pokok menjelang Lebaran tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya konsumsi masyarakat dan cuaca ekstrem yang berdampak pada hasil panen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, cuaca dan serangan hama patek menjadi penyebab utama terganggunya kuantitas dan kualitas panen, khususnya cabai rawit dan bawang merah.

“Curah hujan tinggi terjadi di Jateng, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Jateng saat ini mencapai 2,23 persen, dipicu oleh cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras,” jelas Amalia.

Baca Juga: Akses UMKM ke Bank Jateng Diperluas, Gubernur Luthfi Minta Pinjol Ilegal Diperangi

Ia juga mengungkapkan bahwa pola inflasi Ramadan 2024 dan 2025 hampir serupa, terutama pada komoditas daging ayam dan bawang merah.

“Tahun ini sampai pekan ketiga Ramadan, yang perlu diwaspadai adalah cabai rawit merah keriting. Harganya bisa tembus Rp85 ribu per kilogram,” pungkasnya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gubernur jateng #Harga Acuan Pemerintah #bahan pokok #Ahmad Luthfi