RADARSOLO.COM–Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025, ribuan kendaraan pribadi bakal memadati ruas jalan tol Trans Jawa.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Korlantas Polri bersama Jasa Marga telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow dan one way, yang akan diberlakukan berdasarkan data kepadatan kendaraan.
Menurut Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, penerapan contraflow akan dimulai bila jumlah kendaraan melampaui batas tertentu berdasarkan data radar di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.
“Jika tercatat 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut, contraflow satu lajur akan diberlakukan," terang Agus.
"Bila mencapai 6.400 kendaraan, maka akan diterapkan dua lajur, dan jika 7.400 kendaraan per jam, contraflow akan menggunakan tiga lajur,” lanjut dia.
Jadwal dan Lokasi Contraflow Lebaran 2025
Arus Mudik: KM 47 – KM 70 Tol Jakarta-Cikampek
- Periode 1
Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 – Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00
- Periode 2
Senin, 31 Maret 2025 pukul 13.00 – 18.00
Selasa, 1 April 2025 pukul 11.00 – 18.00
Arus Balik: KM 70 – KM 17 Tol Jakarta-Cikampek
- Kamis, 3 April 2025 pukul 14.00 – Senin, 7 April 2025 pukul 24.00 WIB
Jadwal dan Lokasi One Way Lebaran 2025
Arus Mudik: KM 70 Tol Jakarta-Cikampek – KM 414 Tol Semarang-Batang
- Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 – Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB
Arus Balik: KM 414 Tol Semarang-Batang – KM 70 Tol Jakarta-Cikampek
- Kamis, 3 April 2025 pukul 14.00 – Senin, 7 April 2025 pukul 24.00 WIB
Keputusan penerapan rekayasa lalu lintas ini tetap mengacu pada data traffic counting terbaru dan dilakukan untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pemudik.
“Kami tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan. Oleh karena itu, semua keputusan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi real-time di lapangan,” tegasnya.
Pengemudi diminta tetap waspada dan mematuhi petunjuk petugas selama melewati jalur contraflow maupun one way.
Jalur tersebut memiliki karakteristik berbeda dari jalur normal dan dapat menimbulkan kebingungan jika tidak dipahami dengan baik.
Khusus di jalur contraflow, kendaraan dari arah berlawanan mungkin masih melintas, sehingga kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan.
Begitu pula dengan one way, yang menggunakan jalur lawan arah dari biasanya.
“Kami imbau para pemudik untuk selalu berkendara dengan aman, mengikuti rambu, dan tidak memaksakan diri. Keselamatan adalah yang utama,” tutup Agus. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono