Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Insya Allah, Lebaran 2025 Dirayakan Serentak Seluruh Umat Muslim di Indonesia

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 28 Maret 2025 | 21:07 WIB
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed pada Lebaran 2024.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed pada Lebaran 2024.

RADARSOLO.COM- Menjelang penghujung bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025.

Seperti biasa, penentuan tanggal 1 Syawal akan dilakukan melalui sidang isbat oleh pemerintah.

Kemenag RI telah menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1446 H pada Sabtu (29/3/2025).

Sidang ini akan melibatkan metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit di lebih dari 100 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Serta perhitungan hisab dari ahli falak dan lembaga astronomi seperti BMKG, BRIN, dan LAPAN.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui metode hisab hakiki wujudul hilal telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Hal ini tertuang dalam Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 yang telah diumumkan sejak awal tahun.

Menariknya, berdasarkan posisi hilal secara astronomis, kemungkinan besar Lebaran tahun ini akan dirayakan secara serentak.

Baik oleh pemerintah maupun organisasi Islam seperti Muhammadiyah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menuturkan, berdasarkan data hisab, pada 29 Maret 2025, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk, yaitu antara -3 derajat di Papua hingga -1 derajat di Aceh.

Dengan kondisi tersebut, hilal dipastikan tidak dapat dilihat secara kasat mata, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Baca Juga: Rest Area KM 487 A Boyolali Mulai Padat, Pemudik Diminta Tak Berlama-lama

“Kalau menurut hitung-hitungannya hisab, kemungkinan insya Allah (Idul Fitri) kita akan sama, yaitu di tanggal 31 Maret,” ujar Abu Rokhmad.

Sidang isbat akan dimulai pada Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 16.30 dengan pemaparan posisi hilal oleh tim hisab dan rukyat dari BMKG, LAPAN, BRIN, dan para pakar falak.

Sementara sidang penetapan 1 Syawal digelar secara tertutup setelah salat Maghrib pada pukul 18.45.

Hasilnya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama dalam konferensi pers di malam hari.

Kemenag juga menyatakan bahwa meskipun posisi hilal masih rendah dan tidak dapat dilihat, mereka tetap akan memverifikasi data astronomi melalui metode rukyat sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, di mana penetapan bulan baru dilakukan jika bulan sudah berada di atas ufuk meskipun tidak terlihat.

Karena pada Sabtu, 29 Maret 2025 hilal belum wujud secara astronomis menurut kriteria Muhammadiyah, maka 1 Syawal ditetapkan pada Senin, 31 Maret 2025.

Ini menjadi momen langka dan istimewa, karena Idul Fitri berpotensi dirayakan serentak oleh seluruh umat Islam di Indonesia. (wa) 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#idul fitri #perayaan #umat muslim #hari raya #serentak