Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Heboh! Seperti Apa Tarian Yahudi Hora? Gerakannya Disebut Mirip Tarian Bagi-Bagi THR

Syahaamah Fikria • Sabtu, 5 April 2025 | 03:50 WIB
Tarian Hora yang disebut-sebut mirip Tarian Bagi-Bagi THR.
Tarian Hora yang disebut-sebut mirip Tarian Bagi-Bagi THR.

RADARSOLO.COM - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan kemunculan joget atau Tarian Bagi-Bagi THR di momen Liburan Idul Fitri tahun ini.

Namun, popularitas tarian ini justru memunculkan perdebatan tajam setelah sebuah video menyebut gerakannya mirip dengan tarian tradisional Yahudi bernama Hora. Benarkah mirip?

Tarian Hora sendiri merupakan jenis tarian khas komunitas Yahudi yang biasa ditampilkan dalam perayaan seperti pernikahan atau festival keagamaan.

Ciri khasnya adalah gerakan melingkar dengan langkah kaki yang serempak dan ritme musik yang energik.

Hal inilah yang kemudian disebut-sebut memiliki kemiripan dengan joget THR yang viral di Indonesia.

Sejumlah warganet mempertanyakan, apakah wajar umat muslim menirukan gaya tari yang berasal dari budaya Yahudi.

Apalagi jika digunakan dalam momen keagamaan seperti Lebaran.

Di sisi lain, tak sedikit yang membela bahwa joget THR hanyalah bentuk ekspresi budaya populer yang tidak ada kaitannya dengan unsur keagamaan apa pun.

Benarkah Tarian THR dari Yahudi?

Sementara spekulasi bermunculan, ada pula pihak yang memberikan klarifikasi berbeda.

Salah satunya datang dari selebgram asal Indonesia yang tinggal di Jerman, Bunda Corla.

Ia menyebut bahwa tarian viral tersebut sebenarnya berasal dari Finlandia dan populer di kalangan remaja sebagai bagian dari pesta atau festival era 1960-an.

Dalam unggahannya, Bunda Corla menyatakan bahwa gerakan tersebut tidak mengandung makna religius maupun spiritual.

“Biar tidak keliru yang lagi di ikutin trending bagi-bagi THR, ini aslinya Joget dari Negara FINLANDIA, bukan dari Negara manapun Sekalipun Yahudi, Turki, Mesir atau nenek moyang kau paham?" tulis Bunda Corla.

Dia menambahkan, tarian itu yang tidak ada kaitannya dengan pemujaan, budaya, tradisi, apalagi agama.

Menurut Bunda Corla, tuduhan yang mengaitkan tarian tersebut dengan budaya atau agama tertentu bisa menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan fitnah.

“Dance/nari yang tidak ada kaitannya dengan pemujaan, budaya, tradisi, apalagi agama jangan gila tar gila beneran," ungkap Bunda Corla.

"Ini Joget ala ala happy Time saat pesta Remaja tahun 1060. Bukan Ritual cari tumbal, hati-hati menyebarkan berita bohong/fitnah hanya karena tidak suka oleh satu kepercayaan di buatlah provaganda,” imbuh dia.

Tarian Hora

Di sisi lain, tarian Hora menjadi simbol kebersamaan dan sukacita, kerap dimainkan dalam lingkaran besar, dan dilakukan oleh pria dan wanita sebagai bentuk perayaan kolektif.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti kuat yang menghubungkan tren "Tarian THR" langsung dengan Hora.

Para ahli budaya mengingatkan bahwa kemiripan gerakan dalam dunia tari bisa jadi bersifat kebetulan.

Apalagi mengingat bahwa tarian rakyat di berbagai negara sering menampilkan pola berulang seperti berbaris, melingkar, atau bergerak maju mundur. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#lebaran #thr #tarian #viral #HORA #yahudi #bagi thr