RADARSOLO.COM – Jagat maya digemparkan oleh sebuah pengakuan mengejutkan dari seorang pengguna media sosial yang mengklaim dirinya terinfeksi HIV setelah berhubungan dengan pemandu lagu (LC) di kawasan perbatasan Banjarnegara–Pekalongan.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook berinisial IH di grup "Bocah Kalibening" pada Jumat malam (4/4/2025), dan menjadi viral.
Dalam postingannya, IH mengajak warga untuk lebih waspada terhadap perilaku seksual berisiko. Ia menyebut dirinya tertular HIV usai "jajan" dengan seorang wanita pemandu lagu di wilayah Kalibening.
Unggahan itu dilengkapi dengan foto hasil laboratorium yang diklaim sebagai bukti diagnosis.
"Tetap waspada terutama yang suka jajan. Kalau tidak ingin senasib seperti saya terkena HIV/AIDS. Beberapa bulan lalu saya jajan di perbatasan Kalibening - Pekalongan dengan LC inisial IP. Setelah itu terasa nyeri di area kemaluan, dan ternyata saya dinyatakan positif HIV setelah periksa ke dokter," tulisnya.
Dinkes Banjarnegara Angkat Bicara
Menanggapi viral kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara, Latifa Hesti P pun angkat bicara.
Ia mengatakan, hasil laboratorium yang diunggah dalam postingan tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut.
Sebab, ada perbedaan data antara hasil tes laboratorium dengan rapid test yang umum dilakukan.
Meski begitu, Latifa menilai bahwa unggahan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang aman.
"HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus yaitu virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya rentan terhadap infeksi dan penyakit lain," papar dia.
DKK Banjarnegara mengingatkan bahwa virus HIV dapat menular melalui kontak cairan tubu, seperti darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI).
Untuk itu, edukasi dan deteksi dini menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan penularan.
Warga bisa melakukan tes HIV secara gratis dan rahasia di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang telah ditunjuk.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Dukungan moral sangat dibutuhkan agar mereka bisa menjalani pengobatan dan hidup sehat seperti orang lain,” tuturnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam membagikan atau mempercayai informasi di media sosial. Terutama yang menyangkut isu kesehatan yang sensitif. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria