RADARSOLO.COM - Tak kapok usai dapat sanksi ringan dari sekolah, oknum guru SD swasta di Depok, Jabar yang diduga lecehkan belasan siswi justru makin merajalela.
Oknum guru yang sebelumnya diduga lakukan pelecehan kepada sejumlah siswi kelas 6, justru mulai nekat melakukan hal sama kepada siswi kelas 2.
Hal itu diungkap MWR, seorang mantan guru di sekolah tempat pelaku mengajar.
MWR mengungkapkan, dugaan pelecehan pertama kali terjadi pada Agustus 2024.
Total ada 14 siswi kelas 6 jadi korban perilaku tidak senonoh si oknum guru.
"Saat itu sesungguhnya ada 14 korban dari siswi kelas 6, tapi yang mengaku melalui orang tua hanya 11," ujar MWR.
Saat itu, para siswi yang merasa tidak nyaman dengan tindakan tak senonoh sang guru, melapor kepada oang tua masing-masing.
Dilanjutkan orang tua melapor ke pihak sekolah.
Sayang, respons pihak sekolah justru di luar harapan. Sebab, tak ada tindakan tegas dari sekolah kepada oknum guru cabul itu.
Pelaku hanya diberi peringatan secara lisan. Bahkan masih boleh melanjutkan mengajar, namun bukan lagi di kelas 6.
“Tidak ada SP (surat peringatan), hanya disampaikan akan diberi SP dan surat pernyataan jika terjadi lagi, guru itu baru akan diberhentikan,” papar MWR.
Sikap sekolah yang kurang tegas itu akhirnya berbuntut tragis.
Beberapa bulan kemudian, lagi-lagi si oknum guru diduga melakukan pelecehan di lingkungan sekolah.
Bahkan mirisnya, korbannya kini adalah siswi kelas 2.
Dikatakan MWR, insiden bermula saat korban meminta bantuan kepada pelaku untuk membetulkan dasi pramukanya.
“Anaknya kelas 2, dipegang juga (oleh pelaku) ketika lagi benerin dasi pramuka,” ujar MWR.
Mengetahui kejadian tersebut, orangtua korban segera melaporkan ke pihak sekolah.
Namun, tanggapan yang diterima hanya berupa janji bahwa pelaku akan diberikan sanksi, tanpa tindakan nyata yang jelas.
Ironisnya, peristiwa serupa kembali terjadi pada Maret 2025. Kali ini menimpa siswi kelas 5.
Berdasarkan pengakuan MWR, kasus tersebut terjadi sekitar tanggal 20 dan disaksikan langsung oleh siswa kelas 6.
Hingga kini, MWR mengaku masih terus berjuang membawa kasus ini ke ranah hukum.
Ia juga mendorong para orang tua murid lainnya untuk tidak diam dan berani melawan demi perlindungan anak-anak mereka. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria