RADARSOLO.COM - Jan Hwa Diana, pegusaha yang laporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji usai perusahaannya disidak, kini kembali membuat klarifikasi.
Melalui akun TikTok-nya, Jan Hwa Diana menyampaikan soal polemik antara dirinya selaku bos dari CV Sentosa Seal dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya pada 2024 lalu.
Dalam unggahannya, Diana menyertakan potongan percakapan lewat aplikasi WhatsApp, di mana saat itu Disnaker mengirimkan untuk undangan mediasi terkait penyelesaian perselisihan hubungan dengan tenaga kerja.
"Berikut kami sampaikan panggilan dinas terkait permasalahan ketenagakerjaan. Sebagai informasi, bahwa kami tidak lagi mengirimkan surat fisik melalui kurir," demikian pesan yang dikirim oleh Disnaker, disertai lampiran undangan mediasi.
Pesan itu pun dibalas oleh Jan Hwa Diana dengan menyebut jika dirinya tak mengenal orang yang tertera dalam surat.
"Maaf saya tidak mengenal orang2 yang disebut di dlm surat," balas Diana.
Sementara itu, dalam klarifikasinya terkait percakapan tersebut, Diana mengatakan jika surat yang dikirim Disnaker itu salah alamat.
Sebab, kata dia, nama perusahaan yang disebut salah. Alamat pengiriman surat juga salah.
"Sudah jelas ya kita tanggapi disnaker siapa bilang tidak menanggapi: walaupun salah alamat," tulis Diana.
Lebih lanjut, pengusaha itu menyebut soal kasus titipan atas permasalahan yang saat ini tengah viral.
"Ini kasus titipannya siapa? Ada yg mendanai? Kita nih apa cuman butiran debu???" kata dia.
"Mau viral kumpulin suara dan follower menang pilkada jangan jatuhkan orang bozz...... semua ada jalur hukumnya," imbuh Diana.
Awal Mula Kasus
Polemik Jan Hwa Diana ini bermula dari seorang mantan karyawan bernama Nila Handiani yang melaporkan ijazah miliknya ditahan oleh CV Sentosa Seal, meski ia telah mengundurkan diri secara resmi.
Perusahaan tersebut diketahui dikelola oleh pasangan suami istri, Hendy dan Jan Hwa Diana.
Menanggapi keluhan warga, Armuji mengambil inisiatif untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor perusahaan yang berada di Surabaya.
Namun, saat tiba di lokasi, Armuji mendapati gerbang perusahaan tertutup rapat.
Ia kemudian mencoba menghubungi pihak manajemen melalui telepon. Percakapan tersebut direkam dan diunggah ke kanal YouTube pribadi miliknya, Cak Ji.
Dalam rekaman itu, terdengar suara perempuan yang mengaku tidak mengenal Armuji dan menyebut dirinya sebagai penipu.
"Saya enggak kenal sampeyan, sampeyan penipuan," ujar suara dalam panggilan telepon tersebut.
Tak lama setelah video tersebut menyebar luas dan menuai reaksi publik, Jan Hwa Diana melaporkan Armuji ke pihak kepolisian.
Dalam klarifikasinya yang dibagikan melalui akun Facebook pribadi, Diana menyatakan bahwa dirinya merasa difitnah oleh aksi yang dilakukan Armuji.
Ia menyebut bahwa aksi sidak tersebut telah membentuk opini publik seolah dirinya dan perusahaannya bersalah.
Diana menambahkan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah menyebabkan kerugian baik secara material maupun immaterial.
"Bapak telah menggiring opini publik dan menyebabkan saya dirugikan secara materiil dan nama baik," tulis Diana.
Ia bahkan menuduh Armuji menggunakan foto dirinya dan suaminya tanpa izin serta menyebut dirinya bandar narkoba dalam video tersebut.
Armuji Akan Laporkan Balik
Merespons laporan polisi tersebut, Armuji menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam.
Ia menyampaikan akan mengambil langkah hukum balik karena merasa telah difitnah.
“Saya malah dikatakan penipu segala macam,” tegasnya dalam video TikTok @cakj1.
Armuji menyebut bahwa upaya yang dilakukan murni sebagai bentuk pelayanan terhadap warga.
Ia juga mengaku mendapat dukungan dari sejumlah praktisi hukum di Kota Surabaya untuk menghadapi kasus ini.
“Saya akan laporkan balik karena saya dibilang penipu,” tandas Armuji. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria