RADARSOLO.COM - Viral penggunaan jet pribadi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selama mudik ke Fakfak, Papua Barat, Maluku, Sragen hingga kunjungi Presiden RI ke-7 Jokowi di Solo, menuai pro kontra di kalangan publik.
Momen tersebut jadi sorotan lantaran dianggap tak mencerminkan kesederhanaan pejabat publik, terlebih ketika masyarakat tengah dihadapkan pada berbagai isu ekonomi.
Netizen mempertanyakan dari mana sumber dana sewa jet pribadi yang disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah per jam itu.
Namun, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira buka suara dan menyebut jika penggunaan jet pribadi Bahlil tak memakai uang negara (APBN).
“Itu murni dana pribadi, tidak berkaitan dengan anggaran negara. Apalagi momen libur Lebaran, beliau pulang kampung ke Papua, juga ke Maluku menghadiri pernikahan tenaga ahlinya, lalu ke Sragen. Rute itu tidak ada pesawat komersial direct, sehingga carter pesawat,” ujar Anggawira.
Sumber dan Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia
Disebut menggunakan uang pribadi saat mencarter jet pribadi selama momen mudik Lebaran, harta kekayaan Bahlil Lahadalia pun jadi sorotan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bahlil Lahadalia tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp 310,4 miliar pada tahun 2023.
Rekam jejak Bahlil sendiri diketahui pernah menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.
Bahlil Lahadalia pernah menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM sebelum dilantik menjadi Menteri ESDM, menggantikan Arifin Tasrif pada pemerintahan Presiden Jokowi.
Ketua Umum Partai Golkar itu kemudian kembali terpilih menjabat sebagai Menteri ESDM dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Selain sebagai politisi hingga menduduki jabatan menteri, Bahlil lebih dulu dikenal sebagai pengusaha kelas sukses.
Pria asal Fakfak, Papua Barat itu bahkan memiliki bisnis di sejumlah sektor usaha.
Di antaranya mulai perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi.
Dia bahkan dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2015-2019.
Berikut rincian harta kekayaan Bahlil Lahadalia, berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 1 April 2024 untuk periode tahun 2023:
1. Tanah dan Bangunan
Total: Rp 291.617.305.000
- Tanah dan Bangunan 717 m²/164,25 m² di Jayapura: Rp 10.362.600.000
- Tanah dan Bangunan 278 m²/400 m² di Jayapura: Rp 4.671.250.000
- Tanah dan Bangunan 1.600 m²/1.500 m² di Jayapura: Rp 41.410.000.000
- Tanah 509 m² di Jayapura: Rp 20.806.000.000
- Tanah dan Bangunan 112 m²/300 m² di Jayapura: Rp 5.221.700.000
- Tanah dan Bangunan 120 m²/300 m² di Jayapura: Rp 5.221.700.000
- Tanah dan Bangunan 424 m²/1.200 m² di Jayapura: Rp 41.410.000.000
- Tanah dan Bangunan 2.000 m²/1.500 m² di Gianyar: Rp 46.561.000.000
- Tanah 2.490 m² di Jayapura: Rp 1.560.450.000
- Tanah 939 m² di Jayapura: Rp 1.060.500.000
- Tanah 2.490 m² di Jayapura: Rp 1.575.600.000
- Tanah 3.500 m² di Jayapura: Rp 782.750.000
- Tanah 1.350 m² di Jayapura: Rp 15.554.000.000
- Tanah dan Bangunan 420 m²/600 m² di Jakarta Selatan: Rp 31.108.000.000
- Tanah dan Bangunan 579 m²/800 m² di Jakarta Selatan: Rp 41.410.000.000
- Tanah dan Bangunan 750 m²/1.200 m² di Jayapura: Rp 10.403.000.000
- Tanah dan Bangunan 68 m²/195 m² di Jayapura: Rp 7.302.300.000
- Tanah 335 m² di Sragen: Rp 5.196.455.000
2. Alat Transportasi dan Mesin
Total: Rp 98.400.000
- Mobil Toyota Harrier 2007, hasil sendiri: Rp 57.800.000
- Mobil Honda CRV 2010, hasil sendiri: Rp 40.600.000
3. Harta bergerak lainnya: -
4. Surat berharga: Rp 1.612.500.000
5. Kas dan setara kas: Rp 17.091.871.693
6. Harta lainnya: -
Sub total harta : Rp 310.420.076.693
Editor : Syahaamah Fikria