Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Laporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji ke Polisi, Pengusaha Jan Hwa Diana Sampaikan Permintaan Maaf Telah Bikin Gaduh Satu Surabaya

Damianus Bram • Sabtu, 12 April 2025 | 23:53 WIB
Pengusaha Jan Hwa Diana (Kiri) melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) ke polisi dan mengaku awalnya tidak kenal.
Pengusaha Jan Hwa Diana (Kiri) melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (kanan) ke polisi dan mengaku awalnya tidak kenal.

RADARSOLO.COM – Setelah menghebohkan publik dengan laporan polisi terhadap Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, pengusaha Jan Hwa Diana akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Saya minta maaf buat gaduh satu Surabaya. Saya ini nggak mau menyenggol orang, nggak mau berbuat onar. Saya tujuannya klarifikasi saja," ujar Diana saat ditemui awak media di kawasan Surabaya Barat, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (12/4/2025).

Diana menjelaskan, konflik bermula saat ia menerima telepon dari nomor tak dikenal. Saat diangkat, penelepon memperkenalkan diri sebagai Wakil Wali Kota Surabaya.

"Reaksi pertama pasti kaget. 'Halo, saya ini wawali', saya bilang 'Kenapa pak?'. Saat itu saya dalam perjalanan pulang dari Jakarta. Dia bilang mau ketemu. Saya waktu itu jujur takut," imbuhnya.

Menurut Diana, Armuji ingin melakukan klarifikasi atas laporan warga mengenai dugaan penahanan ijazah mantan karyawan oleh perusahaannya.

Namun karena tidak mengenali nomor tersebut, Diana merasa curiga dan sempat menuduh Armuji sebagai penipu.

"Ya urusannya apa pak? Mau wakil wali kota atau siapa, kalau ada keluhan ya ke polisi saja. Sampean penipuan. Saya gak kenal. Maaf ya," tutur Diana mengulang isi percakapan, sebelum akhirnya memutus sambungan telepon.

Diana mengklaim reaksi itu wajar, mengingat dirinya sebagai pengusaha sering dihubungi nomor asing.

Ia menyayangkan tidak adanya surat resmi dari Pemerintah Kota Surabaya terkait permintaan pertemuan.

"Saya nggak marah, itu reaksi spontan. Namanya pejabat seharusnya kirim surat undangan resmi, bukan asal telepon. Apalagi saya tidak tahu nomor itu," tegasnya.

Setelah mengetahui bahwa penelepon tersebut benar Armuji, Diana mengaku terkejut dengan video yang beredar di media sosial.

Dalam video itu, ia merasa dituding sebagai bandar narkoba karena tidak menemui Armuji.

"Tiba-tiba anak saya bilang, 'Mami, fotomu dipajang'. Saya ini salah apa? Saya tidak nipu orang, nggak ambil uang siapa-siapa," ucapnya.

Merasa dirugikan, Diana memutuskan melaporkan Armuji ke Polda Jatim pada Kamis (10/4/2025), sekitar pukul 19.30 WIB.

Laporan tersebut menggunakan Pasal 25 dan 47 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE.

"Spesifiknya karena (Armuji) memasang foto saya dan suami tanpa izin di media sosial, lalu menggiring opini publik yang merugikan kami secara material dan immaterial," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#permintaan maaf #minta maaf #Jan Hwa Diana #wakil wali kota surabaya #penahanan ijazah #armuji