RADARSOLO.COM – Menu makanan jamaah haji di Tanah Suci menjadi perhatian pemerintah.
Fenomena yang sering terjadi, calon jamaah haji membawa bekal makanan dari rumah.
Mereka khawatir, menu makanan di Tanah Suci tidak cocok.
Ada yang membawa sambal, rendang, kerupuk, dan makanan jenis lainnya yang bisa bertahan lama.
Untuk musim haji 2025, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan sebagian besar konsumsi jamaah haji 2025 akan menggunakan produk lokal Indonesia.
Seperti bumbu masakan maupun makanan siap saji.
Kemenag menyediakan 3 juta paket makanan siap saji yang mayoritas diproduksi di Solo yang untuk jamaah haji di Tanah Suci.
Paket makanan siap saji ini menjadi solusi guna memastikan distribusi konsumsi jamaah selama puncak ibadah haji, khususnya di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Diperkirakan, puncak haji akan berlangsung pada 4 Juni (8 Dzulhijjah) hingga 11 Juni (15 Dzulhijjah).
Dalam kondisi padat dan terbatasnya akses di Armuzna, makanan segar sulit didistribusikan tepat waktu.
Makanan siap saji menjadi alternatif logistik yang praktis dan efisien.
Soal rasa makanan siap saji yang sebagian besar diproduksi di Solo, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis Muhammad Hanafi memberikan jaminan.
"Rasanya enak, dan ketahanannya bisa sampai satu tahun,” jelasnya di saat memberikan bimbingan teknis kepada calon petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur seperti dikutip dari jawapos.com, Jumat (18/4/2025). (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono