Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Imbas Curhatan Eks Pemain Sirkus Taman Safari Indonesia, Warganet Ramai-ramai Serukan Boikot

Nur Pramudito • Sabtu, 19 April 2025 | 00:55 WIB
Mantan pemain sirkus Taman Safari Indonesia  cuhat dieksploitasi, warganet ramai-ramai serukan boikot
Mantan pemain sirkus Taman Safari Indonesia cuhat dieksploitasi, warganet ramai-ramai serukan boikot

RADARSOLO.COM - Taman Safari Indonesia telah menarik perhatian publik, terutama setelah munculnya tuduhan eksploitasi terhadap sejumlah mantan pemain sirkus dari Oriental Circus Indonesia (OCI).

Para mantan pemain ini mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi, termasuk intimidasi dan kekerasan fisik selama bertahun-tahun bekerja di lingkungan sirkus yang diduga berafiliasi dengan Taman Safari Indonesia.

Dalam pernyataan yang diberikan oleh para korban, mereka mengklaim mengalami berbagai bentuk pelecehan dan pemaksaan yang tidak hanya merugikan secara fisik tetapi juga secara mental.

Beberapa dari mereka bahkan menyebut mengalami tekanan yang ekstrem, seperti dipaksa makan kotoran gajah sebagai bentuk hukuman.

Kesaksian ini menggemparkan masyarakat dan memicu reaksi keras, termasuk tuntutan keadilan dari berbagai organisasi hak asasi manusia.

Komnas HAM turun tangan dalam kasus ini, mendesak penyelesaian yang sesuai dengan hukum serta pemberian kompensasi bagi para korban yang telah mengalami penderitaan bertahun-tahun.

Desakan ini juga semakin kuat dengan adanya seruan boikot terhadap Taman Safari Indonesia di berbagai platform media sosial.

Masyarakat secara aktif di sosial media Instagram maupun X menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap dugaan eksploitasi yang terjadi dalam industri hiburan satwa.

Di sisi lain, Taman Safari Indonesia membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan bisnis dengan para mantan pemain sirkus yang mengajukan tuduhan tersebut.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret yang menghubungkan praktik eksploitasi dengan perusahaan mereka dan bahwa mereka berkomitmen terhadap kesejahteraan satwa serta pegawai yang bekerja di lingkungan mereka.

Kasus ini mencerminkan dilema besar dalam dunia hiburan satwa dan industri sirkus, di mana kesejahteraan manusia dan hewan sering kali terabaikan demi keuntungan ekonomi.

Seruan untuk mengakhiri eksploitasi terhadap pekerja hiburan dan satwa semakin kuat, menandai perubahan perspektif masyarakat terhadap industri ini.

Banyak warganet di sosial media yang mendukung investigasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat bertanggung jawab atas tindakan mereka.(np)

Editor : Nur Pramudito
#taman safari #pemain sirkus