RADARSOLO.COM - Seorang remaja berinisial RDP,14, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dilaporkan mengalami luka cukup serius usai terlempar dari wahana ekstrem Pendulum 360 di kawasan wisata Jawa Timur Park 1, Kota Batu, Selasa (8/4).
Insiden yang terjadi di tengah padatnya pengunjung itu sontak memicu kepanikan dan menjadi perhatian publik.
RDP disebut mengalami cedera berat di bagian kaki dan tangan.
Menurut keterangan keluarga, remaja tersebut mengalami patah tulang pada kaki kanan serta dua jari tangan kanan akibat benturan keras saat terjatuh dari wahana.
Sang ayah, WS, mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya.
Ia menyesalkan minimnya respons dan tanggung jawab lanjutan dari pihak pengelola Jatim Park, terutama terkait dukungan untuk proses pemulihan korban setelah dirawat di rumah sakit.
WS menjelaskan bahwa pihak manajemen memang menyatakan bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan di rumah sakit, namun saat memasuki masa rawat jalan, bantuan tersebut dibatasi hanya sampai 30 hari saja.
"Kalau cuma 30 hari, tentu tidak cukup. Anak saya mengalami cedera cukup parah. Bahkan dokter menyarankan adanya terapi jangka panjang agar bisa pulih total. Tapi dari pihak pengelola, tidak ada kejelasan soal tanggungan selanjutnya," ungkap WS kepada awak media, Kamis (17/4).
Ia menambahkan bahwa keluarga sempat kebingungan di hari-hari awal pascakejadian.
Selain trauma yang dialami sang anak, mereka juga harus menghadapi proses administratif pengobatan yang cukup rumit.
Dalam kondisi seperti itu, keluarga berharap adanya sikap tanggap dan empati lebih dari manajemen Jatim Park, bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban asuransi.
"Ini bukan hanya soal uang. Yang kami harapkan adalah bentuk tanggung jawab moral. Anak kami terluka dalam wahana yang mereka operasikan. Maka sudah seharusnya ada perhatian penuh, sampai korban benar-benar pulih," imbuhnya dengan nada kecewa.
RDP sendiri diketahui masih berada dalam kondisi psikis yang terguncang.
Ia bahkan tidak sanggup menyaksikan kembali video detik-detik dirinya terjatuh dari ketinggian, yang sempat direkam oleh salah seorang pengunjung.
Keluarga kini memilih fokus pada proses pemulihan fisik dan mental remaja tersebut.
Keluarga RDP menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak anak mereka hingga benar-benar mendapat perlakuan dan pertanggungjawaban yang layak dari pihak pengelola tempat wisata.
"Kami tidak ingin hal ini terjadi pada anak orang lain. Harus ada perbaikan sistem dan pertanggungjawaban nyata," tandas WS.(np)
Editor : Nur Pramudito