Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Batik Tulis Soedjono: UMKM Lamongan yang Mengubah Perspektif Batik dengan Kreativitas dan Inovasi

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 20 April 2025 | 21:13 WIB
Batik Tulis Soedjono mendapatkan pesanan khusus dari Singapura dengan motif Daliwangun yang khas Lamongan, kombinasi burung dali dan pohon wangun.
Batik Tulis Soedjono mendapatkan pesanan khusus dari Singapura dengan motif Daliwangun yang khas Lamongan, kombinasi burung dali dan pohon wangun.

RADARSOLO.COM-Di tengah perkembangan industri batik tanah air, Batik Tulis Soedjono milik Umbar Basuki berhasil mencuri perhatian.

Menjadi salah satu UMKM yang memadukan kreativitas, kualitas, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Bermula dari keinginan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang batik, kini Batik Tulis Soedjono sukses menembus pasar domestik hingga internasional.

Sejak 2019, Umbar memulai usaha batik tulis custom yang memungkinkan pelanggan menciptakan motif unik sesuai imajinasi mereka.

Dengan tekad untuk memberikan eksklusivitas, setiap motif hanya diproduksi satu kali, tanpa duplikasi.

Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 250 ribu per potong, Batik Tulis Soedjono hadir sebagai pilihan batik modern, fleksibel, dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Tak hanya fokus pada produksi, Umbar juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar.

Dari awal usaha, ia mengelola seluruh proses pembuatan batik. Mulai dari desain, pola, pencantingan, hingga pewarnaan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan, Umbar melibatkan masyarakat lokal dan memberikan pelatihan membatik kepada ibu-ibu setempat.

Kini, Batik Tulis Soedjono memiliki sembilan karyawan tetap dan lima tenaga penjahit paruh waktu yang berasal dari komunitas lokal.

Sebagai UMKM binaan BRI Unit Sugio Lamongan, Batik Tulis Soedjono mendapatkan berbagai dukungan dalam pengembangan bisnis.

Dengan bantuan BRI, Umbar memperoleh akses ke pelatihan bisnis, strategi pemasaran, hingga koneksi dengan penjahit berkualitas dari UMKM binaan BRI lainnya.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Euromoney 2025 Berkat Layanan Wealth Management Kelas Dunia

"Dulu, saya hanya fokus produksi tanpa tahu cara menjual. Berkat mentoring dari BRI dan dukungan istri, usaha ini akhirnya berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Umbar.

Pada 2022, Batik Tulis Soedjono mendapatkan pesanan khusus dari Singapura dengan motif Daliwangun yang khas Lamongan, kombinasi burung dali dan pohon wangun.

Hal ini menunjukkan bahwa batik Lamongan memiliki daya saing di pasar global.

Selain itu, permintaan untuk produk batik Soedjono terus mengalir dari kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Samarinda, Batam, dan Ternate.

Ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 memberikan peluang bagi Batik Tulis Soedjono untuk mengembangkan bisnisnya.

Menurut Umbar, acara ini penting bagi usaha kecil untuk dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

BRI UMKM EXPO(RT) tidak hanya menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga membuka kesempatan kolaborasi dan mendapatkan mentoring dari pelatihan-pelatihan yang diadakan.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat peran UMKM sebagai penggerak perekonomian nasional.

Tahun ini, sebanyak 1.000 UMKM terbaik berhasil lolos seleksi ketat dan dipamerkan dalam lima kategori utama.

“Program ini bertujuan membuka akses UMKM ke pasar global serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” kata Hendy. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#BRI #pemberdayaan #expo rt #BBRI #umkm #batik