RADARSOLO.COM - Latar belakang Hadi Manansang bersama tiga putranya yakni Frans Manansang, Jansen Manansang dan Tony Sumampau menjadi sorotan.
Menyusul sejumlah eks pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) melaporkan dugaan eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) kepada Kementerian HAM.
Diketahui, Hadi Manansang bersama tiga putranya tidak hanya merintis berdirinya OCI, tapi juga Taman Safari Indonesia.
Mengacu pada laman resmi TSI, Jansen Manansang mendirikan Taman Safari bersama saudara-saudaranya yakni Frans Manansang dan Tony Sumampau.
Lahir di Jakarta pada 1942, Jansen Manansang adalah anak sulung dari Cai Jinxian yang kemudian dikenal sebagai Hadi Manansang.
Bersama dua saudara laki-lakinya, Frans Manansang (Cai Yaguang) dan Tony Sumampau (Cai Yaxing), menerima pelatihan yang ketat untuk menjadi anggota sirkus.
Namun, pada 1970-an, ketika popularitas sirkus mulai merosot, Jansen dan saudara-saudaranya, dengan bantuan ayah mereka, bersama-sama mendirikan taman satwa di Cisarua (Jawa Barat), yang dikenal sebagai Taman Safari Indonesia (TSI), pada 1986.
Pada 1999, mereka mendirikan taman satwa lain yang disebut TSI Prigen (Jawa Timur) dan kemudian TSI Gianyar serta Taman Laut di Bali.
Dikutip dari @pakar_ai, Jansen Manansang menempuh pendidikan sekolah reguler di Pah Tsung (sekolah Tionghoa di Jakarta) dan lulus pada 1962.
Ia juga melanjutkan pendidikan tinggi dan memperoleh gelar Drs dan Msc.
Jansen telah menjadi tokoh penting dalam dunia taman satwa. Pada 2007, ia terpilih sebagai ketua Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara.
Jansen juga aktif dalam pelestarian satwa. Ia telah menjadi tuan rumah dalam berbagai pertemuan internasional.
Antara lain Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) dan berhasil menyelamatkan berbagai spesies yang terancam punah.
Seperti harimau sumatera, gajah, orangutan, dan burung hantu Bali.
Pada 2008, Jansen Manangsang dianugerahi medali (Bintang Jasa Utama) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Medali tersebut atas kontribusi Jansen Manansang dalam menyelamatkan spesies yang terancam punah dan melindungi lingkungan.
Dilaporkan bahwa pada pertengahan 2015, Indonesia dan China akan saling menukar dua komodo dan dua panda sebagai bagian dari program diplomatik antara kedua negara.
Panda-panda tersebut akan ditempatkan di TSI saat mereka tiba. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono