Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mbok Yem yang Setia Menjaga dan Melayani Pendaki Gunung Lawu sejak 1980 Meninggal Akibat Pneumonia Akut

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 23 April 2025 | 22:42 WIB
Mbok Yem saat menjalani perawatan di RSUA Ponorogo.
Mbok Yem saat menjalani perawatan di RSUA Ponorogo.

RADARSOLO.COM - Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Mbok Yem, pemilik warung makan legendaris di puncak Gunung Lawu, meninggal dunia, Rabu (23/4/2025).

Mbok Yem menghembuskan napas terakhirnya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.

Kepergian sosok inspiratif yang bernama asli Wakiyem ini dibenarkan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang Sugeng Sucipto. Seperti dikutip dari radarmadiun.jawapos.com.

Sebelumnya, Mbok Yem sempat dirawat di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo.

Penyebab meninggalnya Mbok Yem diduga akibat pneumonia akut atau radang paru-paru yang menyerang saluran pernapasannya.

Mbok Yem bukan hanya seorang pemilik warung, melainkan sosok yang telah menjadi bagian dari sejarah pendakian Gunung Lawu.

Sejak tahun 1980-an, Mbok Yem dengan setia menjaga dan melayani para pendaki di warungnya yang berada di Hargo Dumilah, di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Warung ini, yang hanya berjarak 115 meter dari puncak Gunung Lawu, dikenal sebagai warung tertinggi di Indonesia.

Bagi ribuan pendaki yang melewati jalur Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang, kehadiran Mbok Yem bukan hanya sebagai penyedia makanan dan minuman.

Ia menjadi penjaga semangat dan penyemangat langkah terakhir menuju puncak, di tengah cuaca dingin yang menggigit.

Mbok Yem dikenal sebagai sosok yang ramah, tegar, dan tidak pernah meninggalkan warung meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Kapan dan Dimana Paus Fransiskus Akan Dimakamkan? Ini Jadwal Lengkapnya

Banyak pendaki yang mengenang Mbok Yem sebagai sosok ibu yang penuh kasih.

Selalu siap membantu mereka yang kelelahan, tersesat, atau sakit.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam di hati para pecinta alam dan komunitas pendaki seluruh Indonesia. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#meninggal dunia #gunung lawu #warung #pendaki #mbok yem