RADARSOLO.COM – Insiden tragis dialami seorang karyawan pabrik sepatu di Karawang, yang meninggal usai jalani operasi jari.
Kintan Juniasari, karyawati yang bekerja di bagian produksi PT Changsin Karawang, dinyatakan meninggal setelah menjalani operasi jari tangan kirinya di sebuah rumah sakit swasta.
Kematian Kintan menjadi viral setelah unggahan salah satu akun komunitas Facebook, @Info Cilamaya Wetan Karang, mempublikasikan kronologi kejadian yang diduga penuh kejanggalan.
Bermula dari Insiden Kerja
Kintan sebelumnya mengalami kecelakaan kerja di area pabrik.
Jari tangan kirinya mengalami cedera serius setelah terjepit mesin produksi.
Ia kemudian dibawa ke rumah sakit pada Selasa, 22 April 2025, dalam keadaan sadar untuk menjalani tindakan medis.
Menurut kesaksian rekan kerja yang mendampingi, Kintan dijadwalkan menjalani operasi ringan untuk menangani patah tulang di jari.
Rekan korban mengungkap bahwa kondisi Kintan memburuk tak lama setelah proses anestesi.
"Setelah dibius, dia muntah darah dan akhirnya meninggal dunia," ujar saksi dalam unggahan yang viral tersebut.
Diduga, anestesi lokal yang digunakan malah bereaksi ke seluruh tubuh, bukan hanya di area jari yang akan dioperasi.
Hal inilah yang memicu kecurigaan dari keluarga dan rekan kerja korban.
Atas insiden itu, keluarga Kintan Juniasari menyatakan kejanggalan atas proses medis yang dialami putri mereka.
Setelah dinyatakan meninggal, pihak rumah sakit hanya menyerahkan surat kematian tanpa rincian catatan medis atau laporan lengkap mengenai tindakan yang dilakukan.
Hingga kini, keluarga masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak RS serta manajemen PT Changsin Indonesia.
Sementara itu, insiden meninggalnya karyawan pabrik usai operasi lantaran kecelakaan kerja itu jadi viral dan menuai komentar netizen di X.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana penanganan rumah sakit.
"Antara mall praktek, atau penanganan Oknum yg tidak credible.. Lhoo? Apalagi?" komen @tedi****.
"Masih dunia nakes Kemarin dibius trus dilecehkan Skrg dibius trus mening**gal," tulis @mata_me*****. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria