Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi 5 Hari Pencarian Dramatis Sugeng Parwoto, ASN Dinkes yang Meninggal saat Mendaki Gunung Merbabu lewat Jalur Timboa

Syahaamah Fikria • Sabtu, 26 April 2025 | 01:58 WIB
Sugeng Parwoto, ASN Dinkes Temanggung yang ditemukan meninggal di Gunung Merbabu (kiri). Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban.
Sugeng Parwoto, ASN Dinkes Temanggung yang ditemukan meninggal di Gunung Merbabu (kiri). Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban.

RADARSOLO.COM – Gunung Merbabu kembali memakan korban. Seorang pendaki bernama Sugeng Parwoto, 50, ASN Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, ditemukan meninggal dunia setelah hampir satu pekan dinyatakan hilang saat mendaki melalui jalur ilegal Timboa, Kecamatan Gladagsari, Boyolali.

Perjalanan tragis ini bermula ketika Sugeng memulai pendakian pada Jumat, 18 April 2025, bersama dua temannya.

Namun, di Pos 3, rombongan terpisah karena kedua rekannya memutuskan berhenti akibat kelelahan.

Sugeng kemudian melanjutkan perjalanan seorang diri hingga Pos 5.

Ia sempat terlihat oleh enam pendaki lain.

Tetapi keesokan harinya, Sabtu (19/4/2025) dini hari, keberadaannya tak lagi diketahui, usai badai menerjang puncak Merbabu.

Barang-barangnya seperti jas hujan, sepatu, hingga botol air ditemukan di tenda yang ditinggalinya, namun Sugeng sudah tidak ada di lokasi.

Hari Pertama: Pelacakan Awal Lewat Sinyal HP

Tim SAR gabungan langsung bergerak. Pada Senin (21/4), pencarian resmi dimulai.

Kepala Tim Operasi SAR Pencarian Orang Hilang Tri Puji Sugiarto dari Basarnas mengungkapkan, pihaknya membentuk 5 regu SRU (Search and Rescue Unit).

Terdiri dari 15 hingga 18 orang per regu.

“Kami sebar tim dari Pos 1 hingga Pos 6 untuk melakukan pencarian,” ujarnya

Mengandalkan pelacakan sinyal IMEI dari handphone korban yang sempat aktif saat dihubungi sang istri pada Sabtu, lokasi terakhir Sugeng terdeteksi berada di antara Pos 2 dan Pos 3.

"Kami berharap handphone masih bersama survivor saat sinyal itu terdeteksi," ujar Tri Puji.

Hari Kedua: Fokus Menyisir Lembah dan Punggungan

Selasa (22/4), pencarian difokuskan pada area lembah di sekitar Pos 2 hingga Pos 3.
Namun hingga sore hari, belum ditemukan petunjuk keberadaan Sugeng.

Hari Ketiga: Wilayah Pencarian Diperluas

Rabu (23/4), pencarian diperluas. Tim menyisir jalur menuju Puncak Syarif dan sisi-sisi rawan seperti Geger Sapi dan Gunung Mongkrong.

Regu lain menyisir arah Gumuk Kethu, jalur Gancik, dan Thekelan.

Hingga hari itu, belum juga ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Hari Keempat: Ditemukan Barang-Barang Milik Sugeng

Kamis (24/4), pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.15 WIB, Tim SAR menemukan jejak-jejak keberadaan Sugeng di tebing antara Pos 4 dan Pos 5.

Di sana terdapat payung oranye, topi abu-abu, frame tenda, handphone, kaus, dan dompet berisi identitas korban.

“Barang-barang itu cocok dengan milik Sugeng,” jelas Rima Kusuma, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Boyolali.

 

Hari Kelima: Jenazah Ditemukan di Tebing Curam

Tak berselang lama setelah temuan itu, sekitar pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Sugeng Parwoto dalam kondisi tak bernyawa.

Evakuasi Terkendala Cuaca

Meski telah ditemukan, proses evakuasi jenazah Sugeng Prawoto banyak menemui tantangan.

Hujan lebat disertai kabut membuat medan di sekitar tebing menjadi licin.

Selain itu, minimnya penerangan, menyulitkan proses evakuasi.

Akibat cuaca buruk tersebut, tim SAR gabungan menunda proses evakuasi hingga Jumat (25/4/2025) pagi. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#asn #kronologi #Dinkes #gunung merbabu #sugeng parwoto #pencarian #temanggung #SAR Gabungan