Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kemeriahan Event Boyolali City Light Usai, Muncul Masalah Sampah Pengunjung: DLH Siapkan Evaluasi

Tri wahyu Cahyono • Senin, 28 April 2025 | 02:03 WIB
Petugas mencopot lampu yang sebelumnya digunakan dalam event Boyolali City Light (BCL).
Petugas mencopot lampu yang sebelumnya digunakan dalam event Boyolali City Light (BCL).

RADARSOLO.COM-Event Boyolali City Light (BCL) resmi ditutup, Sabtu (26/4).

Namun kegiatan yang berlangsung selama sebulan itu meninggalkan pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah setempat, terutama terkait masalah sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji mengungkapkan, kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah.

Meski pihaknya telah menyiapkan tempat sampah di beberapa titik strategis dan memberikan himbauan secara rutin.

“Kami sudah menyiapkan tempat sampah di beberapa titik dan memberikan himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun masih banyak yang membuang sampah sembarangan,” jelas Suraji.

Suraji menjelaskan, sebagian besar sampah yang ditemukan adalah bungkus makanan dan sisa-sisa makanan.

Mengantisipasi hal ini, pihak DLH menambah petugas dan frekuensi pembersihan selama acara berlangsung.

“Kami memperkirakan peningkatan sampah sekitar 10% hingga 15% dari total produksi sampah di Boyolali, jadi kami menambah petugas dan meningkatkan frekuensi pembersihan,” terangnya.

DLH Boyolali juga telah menyiapkan tambahan 6 hingga 8 petugas sapu jagat untuk menjaga kebersihan selama event.

Meski demikian, Suraji mengungkapkan bahwa kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan masih menjadi tantangan.

“Kami sudah berusaha menambah frekuensi pembersihan, dan jika masih ada tempat yang kotor, itu akan jadi bagian dari evaluasi untuk perbaikan di masa depan,” ucapnya.

Baca Juga: Persis Solo Tumbangkan Persita Tangerang, Sukses Hentikan Kutukan di Liga 1

BCL yang dimulai pada 27 Maret 2025 ini merupakan inisiasi dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Boyolali dengan tujuan meningkatkan perputaran ekonomi di Boyolali.

Setelah satu bulan berlangsung, acara ini resmi ditutup pada Sabtu (26/4/2025), dan dinilai berhasil memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. (fid).

Editor : Tri wahyu Cahyono
#event #DLH #Boyolali City Light #sampah