Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Asal usul Penetapan 8 Jam Kerja Sehari yang Diwarnai Peristiwa Berdarah

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 30 April 2025 | 18:51 WIB
Ilustrasi pekerja saat meeting.
Ilustrasi pekerja saat meeting.

RADARSOLO.COM- Beruntunglah Anda yang saat ini bekerja selama 8 jam per hari.

Sebab pada abad ke-19, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, jam kerja diterapkan secara tidak manusiawi.

Jangan tanya soal upah. Jauh dari cukup untuk hidup layak.

Merujuk laman Instiki.ac.id, pada 1806 di Amerika Serikat, ketika para pekerja cordwainers (pembuat sepatu) melakukan aksi mogok pertama.

Akhirnya muncul aktivis-aktivis hebat. Antara lain Peter McGuire dan Matthew Maguire.

Mereke mendesak diterapkan jam kerja yang lebih manusiawi. Begitupula dengan upah.

Peter McGuire kemudin memimpin pawai Hari Buruh pertama di New York pada 1882.

Dalam pawai itu, tuntutan utama yang digaungkan adalah penetapan jam kerja delapan jam sehari.

Aksi ini membakar semangat gerakan serupa di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Perjuangan menuntut jam kerja yang lebih manusiawi terus digelorakan.
Akhirnya pada 1 Mei 1886, sekitar 400 ribuburuh di seluruh Amerika Serikat menggelar aksi damai.

Sayangnya, aksi damai berujung insiden berdarah di Haymarket Square, Chicago, di mana para demonstran diserang.

Baca Juga: Butuh Tambahan 130 Kunjungan per Hari, Dispersip Solo Fokus Benahi Ruang Kreasi Anak

Peristiwa kelam ini menjadi pengingat yang menyakitkan tentang betapa beratnya perjuangan para pekerja dan pengorbanan yang telah mereka berikan dengan ratusan nyawa yang hilang.

Pada 1889, Kongres Sosialis Dunia mengambil langkah penting dengan menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#jam kerja #Sehari #asal usul #8 JAM #pekerja